Penelitian Perdana

Penelitian adalah penyelidikan atau investigasi suatu persoalan yang dilaksanakan dalam proses yang sistematis untuk menyusun atau mengembangkan suatu teori keilmuwan. Kegiatan studi secara sistematis dan mandiri ini membuat ilmu pengetahuan dibangun tidak berdasarkan opini yang dibangun di dalam suatu kelompok. Penelitian dapat dilakukan secara perseorangan (seperti penulisan Skripsi/Tesis/Disertasi) dibawah bimbingan seorang ahli ataupun kelompok (tim peneliti) dengan tujuan untuk membangun teori keilmuwan yang baru atau mengembangkannya. Sebuah penelitian terdiri dari proses identifikasi masalah yang dituangkan dalam bagian Pendahuluan; Pendalaman pengetahuan atas isu yang diangkat dimuat dalam bagian Kajian Pustaka; Desain sebuah investigasi yang tertata rapi dalam bagian Metode; Hasil analisis data yang dilakukan tertuang di dalam bagian Temuan dari sebuah penelitian; Diskusi atas isu yang diangkat dalam penelitian dengan mempertimbangkan temuan dan kajian yang pernah dilakukan mengenai isu dimaksud ditampilkan di dalam bagian Pembahasan; Terakhir, inti temuan serta rekomendasi dari sebuah penelitian disuguhkan pada bagian Kesimpulan penelitian.

Jelas sulit "kelihatannya" untuk mengawali sebuah penelitian, apalagi itu adalah penelitian pertama kita. kata "kelihatannya" diungkapkan oleh mereka yang sudah merasakan nikmatnya meneliti dan mudahnya mengawali sebuah penelitian. Tidak sedikit mahasiswa yang diminta untuk menyusun sebuah penelitian berakhir dengan kebingungan. Bagi mereka, sulitnya menyusun sebuah penelitian menjadikan hal ini justru sebuah penghalang penyelesaian studi kesarjanaannya. Hal lain yang juga menjadi persoalan adalah pendekatan penyusunan sebuah penelitian perdana yang dilakukan seorang pembimbing terhadap mahasiswanya. Jelasnya, seorang pembimbing penelitian meminta seorang pemula/mahasiswa bimbingan menyusun "Judul" penelitian. Sodoran judul penelitian adalah syarat utama untuk memulai pembimbingan. Sangat ironis, seperti seorang ayah yang diminta menyiapkan "nama" anaknya sementara sang ayah tidak pernah tahu apakah si bayi adalah laki-laki atau perempuan.

Perlu dipahami bahwa sebuah penelitian dilakukan karena seorang peneliti "menemukan" sebuah persoalan dan bukan "mencari" apalagi "menciptakan" sebuah persoalan untuk diteliti. Idealnya persoalan yang diangkat di dalam sebuah penelitian untuk diungkap secara jelas adalah sesuatu yang menarik bagi si peneliti untuk menyelidikinya. Ketertarikan terhadap suatu topik akan membawa kita pada persoalan yang bisa diangkat sebagai sebuah isu penelitian. Melakukan pendalaman pemahaman terhadap topik yang menurut kita menarik sangat penting untuk meyakinkan diri kita dan audience bahwa kita benar-benar melihat dan memahami terdapat sebuah persoalan di dalamnya yang perlu untuk diteliti. Apabila dianggap perlu, lakukan pengamatan dilapangan untuk meyakinkan diri kita bahwa isu tersebut berna-benar ada. Selanjutnya, susunlah hasil identifikasi dan pendalaman materi yang ada kedalam sebuah tulisan yang akan mengawali susunan awal kerangka penelitian kita. Baiknya sebuah judul penelitian akan terlihat bila bagian pendahuluan penelitian telah selesai. Pendahuluan yang telah disusun akan memandu judul yang tepat atas penelitian tersebut. Sebaliknya, judul yang disusun mendahului sebuah penduhulan justru akan membuat penelitian akan bersifat subyektif berpusat pada judul yang ada. Penelitian akan diarahkan oleh judul yang ada. Sebuah judul tulisan merupakan cerminan isi tulisan, jadi semestinya judul sebuah tulisan tercipta setelah tulisan tersebut telah selesai ditulis.

Posted in Uncategorize
Leave a Reply


Name


Website


Comment


Chapta
xuksbe






Archives

  • January 2013 (3)