KONSEP PENURUNAN STUNTING BERBASIS CEMARA E-GASING Cegah Anemia pada Remaja Putri

14 June 2024 10:13:06 Dibaca : 22 Kategori : BOOK PUBLISHED

Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan tinggi badan akibat kekurangan gizi secara kronis, infeksi berulang, dan psikososial yang tidak memadai terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting masih merupakan masalah kesehatan karena prevalensi stunting di Indonesia masih di atas prevalensi yang disepakati oleh WHO, yaitu dibawah 20%. Identifikasi kondisi stunting dapat dilakukan melalui pengukuran panjang badan atau tinggi badan anak menurut umur (TB/U). Stunting dinyatakan jika panjang atau tinggi badan berada di bawah ukuran standar tinggi badan menurut WHO (<–2 SD atau Z-score <-2 SD). Dampak jangka pendek dari stunting, yaitu memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga sering sakit, dan anak memiliki perkembangan kognitif, motorik, dan verbal yang tidak optimal (Muntikah et al., 2012).Selain itu, stunting juga akan memiliki dampak dalam jangka panjang, yaitu tinggi badan yang tidak optimal saat dewasa (lebih pendek dibandingkan pada umumnya), memiliki risiko obesitas dan penyakit tidak menular lainnya, dan terganggunya kesehatan reproduksi. Lebih jauh berpengaruh pada prestasi belajar. Pemerintah Republik Indonesia menetapkan target penurunan prevalensi stunting pada tahun 2024 adalah 14%. Berdasarkan target capaian prevalensi stunting 14% ini maka perlu dilakukan percepatan penurunan prevalensi stunting di seluruh provinsi di Indonesia. Anemia dapat terjadi pada remaja dan merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Remaja putri Indonesia umur 15-24 tahun sebesar 32% mengalami anemia. Remaja putri anemia berisiko melahirkan balita stunting (Marlinae et al., 2021).

Buku ini dibuat dengan mempertimbangkan permasalahan gizi pada remaja putri, khususnya anemia, yang saat ini belum teratasi dan masih sedikit upaya yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi anemia. Harapan kami, buku ini dapat memperdalam pengetahuan tentang anemia dan gizi pada remaja putri, serta membantu mencegah dan mengatasi masalah anemia pada remaja putri.

Kami berterima kasih kepada pemberi dana KEMENDIKBUDRISTEK melalui Program “Matching Fund Kedaireka Tahun 2023” dan Mitra Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam program kegiatan. Buku ini memang jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami membutuhkan masukan, kritik, saran dari pembaca.