Safety First, Amanah Utama: Mini Seminar General Safety Induction 2026
Pohuwato, 12 Februari 2026 – Mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Negeri Gorontalo mengikuti Mini Seminar General Safety Induction di Pani Gold Mine sebagai tahapan wajib sebelum memasuki area operasional tambang.
Kegiatan yang dipandu oleh Mulyanto Usman ini membekali peserta dengan pemahaman standar K3, penggunaan APD, serta budaya keselamatan kerja.
Peserta:
- Adriansyah R. Daeng Passa (Gorontalo Utara)
- Firmansyah (Luwuk)
- Zifran Nur Rahman (Pagimana)
Dalam perspektif nilai keislaman, menjaga keselamatan adalah bagian dari amanah. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195). Prinsip ini selaras dengan budaya Safety First, bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kehati-hatian.
General Safety Induction bukan sekadar prosedur, tetapi komitmen moral untuk menjaga diri, tim, dan lingkungan kerja.

Dari Ruang Kuliah ke Tambang Emas Pani: Ikhtiar Menyiapkan Mahasiswa Kimia yang Siap Industri

Pada tahun ini, sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Kimia UNG, yaitu Zifran Nur Rahman, Firmansyah Latif, dan Adriansyah R. Daeng Passa, dipersiapkan untuk mengikuti program magang industri di Tambang Emas Pani, yang dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual di industri pertambangan berskala nasional.
Tambang Emas Pani yang berlokasi di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, merupakan salah satu proyek strategis nasional dengan cadangan emas yang sangat besar dan umur tambang multidekade. Aktivitas pertambangan dan pengolahan mineral di lokasi ini memberikan ruang belajar yang luas bagi mahasiswa kimia, khususnya pada aspek analisis kimia, pengendalian mutu (QA/QC), keselamatan kerja, serta keterkaitan antara proses kimia dan keberlanjutan lingkungan.
Sebelum keberangkatan, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai etika profesional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta gambaran umum aktivitas laboratorium kimia dan metalurgi yang akan mereka hadapi. Magang ini diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan kimia dasar dan terapan dengan praktik nyata di lapangan.
Hal yang membanggakan, di perusahaan yang sama telah bekerja dua alumni Program Studi Kimia UNG, yang menjadi bukti bahwa lulusan Kimia UNG memiliki kompetensi dan daya saing yang diakui oleh industri. Kehadiran alumni tersebut sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh proses pembelajaran.
Magang industri bukan sekadar kewajiban kurikulum, melainkan proses pembentukan karakter, melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepekaan terhadap persoalan nyata di masyarakat dan industri. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai insan kimia yang profesional, beretika, dan siap berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Pada akhirnya, proses belajar di alam dan industri ini kami maknai sebagai tadabbur atas ayat-ayat kauniyah Allah SWT. Di balik batuan, mineral, dan proses kimia yang berlangsung di perut bumi, tersimpan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunggu untuk dipelajari dengan akal dan dirawat dengan tanggung jawab. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imran: 190). Ilmu kimia mengajarkan keteraturan, keseimbangan, dan hukum sebab-akibat yang merupakan bagian dari sunnatullah, sehingga sains tidak berdiri terpisah dari iman. Melalui pengalaman magang ini, mahasiswa diharapkan memandang ilmu sebagai jalan untuk mengenal kebesaran Allah, menjaga amanah pengelolaan sumber daya alam, dan menghadirkan kemaslahatan tanpa merusak keseimbangan ciptaan-Nya. Sebagaimana firman-Nya, “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Al-JJathiyah: 13). Semoga setiap pengamatan, analisis, dan kerja ilmiah yang dilakukan menjadi bagian dari ibadah intelektual yang menumbuhkan kesadaran spiritual, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab moral dalam menjaga bumi sebagai amanah bersama.
Highest Ionic Conductivity of BIMEVOX (ME = 10% Cu, 10% Ga, 20% Ta): Computational Modeling and Simulation
Akram La Kilo(1*), Alberto Costanzo(2), Daniele Mazza(3), Muhamad Abdulkadir Martoprawiro(4), Bambang Prijamboedi(5), Ismunandar Ismunandar(6)
(1) Department of Chemistry, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Jenderal Soedirman No. 6 Gorontalo 96126, Indonesia
(2) Dipartimento di Scienza dei Materiali e’ Ingegneria Chimica, Politecnico di Torino, Corso Duca degli Abruzzi 24, 10129 Torino, Italy
(3) Dipartimento di Scienza dei Materiali e’ Ingegneria Chimica, Politecnico di Torino, Corso Duca degli Abruzzi 24, 10129 Torino, Italy
(4) Inorganic and Physical Chemistry Research Group, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
(5) Inorganic and Physical Chemistry Research Group, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
(6) Inorganic and Physical Chemistry Research Group, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
(*) Corresponding Author
Abstract
BIMEVOX had the potential to play an important role in solid oxide fuel cell, especially as the electrolyte due to their high ionic conductivity. In this work, oxide ion migrations of gamma-Bi2VO5.5 and BIMEVOX were simulated using density function theory (DFT), Mott-Littleton method, and molecular dynamic simulation. In gamma-Bi2VO5.5, there were oxygen vacancies at the equatorial position in the vanadate layers. These vacancies could facilitate oxide ions migration. The enthalpy of the oxide migration for gamma-Bi2VO5.5 based on DFT calculation was 0.38 eV, which was in a good agreement with experimental results. The gamma-Bi2VO5.5 can be stabilized by partial substitution of V5+ with Cu2+, Ga3+, and Ta5+. Defect simulation results using the Mott-Littleton method showed that the total maximum energies of region II were achieved at concentrations of 10, 10, and 20%, respectively for Cu2+, Ga3+, and Ta5+. The calculated concentration of Cu2+, Ga3+, and Ta5+ were in a good agreement with those of experiment results, where the highest ionic conductivity obtained. The results of the molecular dynamics simulation showed that the activation energies of oxide ion migration in gamma-Bi2VO5.5 and BIMEVOX (ME = Cu and Ta) respectively were 0.19, 0.21, and 0.10 eV, close to experimental values.
Keywords: simulation; vacancy defect; gamma-Bi2VO5.5 and BIMEVOX; ionic migration
Fulltext: https://journal.ugm.ac.id/ijc/article/view/42635/25009
Description Course of Inorganic Chemistry I
| Course unit title | : | Inorganic Chemistry I (Inorganic Structure and Reactivity) |
|---|---|---|
| Course unit code | : | DAJ61023 |
| Type of course unit | : | Compulsory |
| Level of course unit | : | First cycle Bachelor |
| Year of study when the course unitis delivered | : | 1st year |
| Semester/trimester when the course unitis delivered | : | 2nd semester |
| Number of ECTS credits allocated | : | 3 SKS/ 4.8 ECTS |
| Name of lecturer(s) | : | Dr. Akram La Kilo, S.Pd., M.Si. |
| Learning outcomes of the course unit | : |
|
| Mode of delivery | : | Face to face |
| Prerequisites and co-requisites | : | There is no prerequisite or co-requisite for this course. |
| Course content | : |
|
| Recommended or required Reading and other learning resources/tools | : |
|
| Planned learning activities and teaching methods | : | Lecture and blended-learning consist of discussions, case studies |
| Language of instruction | : | Indonesia-English |
| Assessment methods and criteria | : |
|