Orbital Molekul Diatomik Heteronuklir

03 May 2017 11:48:17 Dibaca : 2045

Salah satu contoh molekul heteronuklir adalah karbon monoksida (CO). Ikatan karbon monoksida dapat divisualisasikan menggunakan diagram tingkat energi orbital molekul (gambar 3.6).

Gambar 3.6 Diagram orbital molekul CO

Orbital atom oksigen memiliki energy lebih rendah dibandingkan orbital atom karbon akibat besarnya Zeff.Perbedaan utama antara molekul diatomik homonuklir dan heteronuklir adalah orbital molekul dihasilkan dari orbital atom 2ssuatu unsur yang tumpang tindih energinya dengan orbital atom 2p dari unsur lain.Dengan demikian, kita harus mempertimbangkan molekulorbital yang berasal dari kedua orbital atom pada penyusunan diagram orbital molekul. Karena energi orbital bersifat asimetri,orbital molekul bonding diturunkan dari orbital atom oksigen berenergi rendah, sedangkan orbital molekul antibonding diturunkan dari orbital atom karbon berenergi tinggi.Terdapat dua orbital molekul yang dihasilkan dari kontribusi orbital atom berergi rendah dari oksigen dan berenergi tinggi dari karbon, yaitu orbital molekul nonbonding (σNB), tidak berkontribusi signifikan terhadap ikatan.

Untuk menentukan orde ikatan karbon monoksida, jumlah pasangan antibonding (0)telah dikurangi dari jumlah pasangan bonding (3), perhitungan ini mengarah pada prediksi ikatan rangkap tiga (triple bond).Energy ikat paling tinggi sebesar 1072 kJ.mol-1.