Tinjauan Struktur Lewis

03 May 2017 09:01:14 Dibaca : 1943

Diagram orbital molekul dapat menyajikan konsep dasar pencarian energi ikat dan dan panjang ikatan dalam molekul kovalen. Selain itu, dari diagram orbital molekul dapat diketahui molekul memiliki ikatan σ atau phi dan pendekatan konsep pemecahan ikatan elektron. Ikatan sederhana diprepresentasikan dengan Ikatan Lewis (penggunaan bersama pasangan elektron).

Konsep ikatan Lewis menjelaskan bahwa faktor penentu pembentukan ikatan adalah pencapaian masing-masing atom dalam molekul suatu elektron oktet pada tingkat energi valensi (kecuali hidrogen). Elektron oktet dicapai dengan pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Misalnya pada (1) Hidrogen klorida (HCl), pemakaian bersama pasangan elektron menghasilkan ikatan tunggal (ikatan σ), (2)karbon monoksida (CO) terdapat pasangan elektron bebas dan menghasilkan ikatan rangkap tiga.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.7 Diagram elektron-dot HCl dan CO

Untuk membuat dot oktet di sekitar atom C dan O (pada CO) dibutuhkan tiga pasang elektron ikatan. Ikatan ini ekivalen dengan satu ikatan σ dan 2 ikatan dalam pendekatan orbital molekul. Terdapat dua pasang elektron bebas, dalam pendekatan orbital molekul menunjukkan dua pasang elektron dalam orbital σNB (ikatan sigma nonbonding).

Langkah Menyusun Diagram Elektron-Dot

Dalam menyusun diagram elektron-dot, umumnya mengikuti beberapa prosedur berikut:

  1. Mengidentifikasi atom pusat, umumnya adalah atom yang elektronegatifitasnya rendah. Tuliskan atom pusat dan tempatkan atom lain disekitar atom pusat tersebut.
  2. Hitung jumlah total elektron valensi. Jika ion (bermuatan) dan bukan molekul netral, tambahkan elektron pada muatan negatif atau kurangi elektron pada muatan positif.
  3. Tempatkan pasangan elektron (ikatan kovalen tunggal) diantara atom pusat dan di sekeliling setiap atom. Tambahkan pasangan elektron bebas di sekeliling atom. Elektron yang tersisa ditambahkan pada atom pusat.
  4. Jika jumlah elektron pada atom pusat kurang dari delapan dan masih ada elektron yang tersisa, tambahkan pasangan elektron yang tersisa pada atom pusat. Jika jumlah elektron kurang dari delapan dan tidak ada lagi atom yang tersisa, gunakan elektron bebas yang ada di sekeliling atom lain untuk membuat ikatan rangkap dua dan rangkap tiga.
  5. Sebagai contoh, nitrogen trifluorida (NF3).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.8 Diagram elektron-dot NF3

Atom nitrogen yang memiliki elektronegatifitas rendah bertindak sebagai atom pusat, 3 atom F ditempatkan di sekeliling atom N. jumlah total elektron valensi adalah [5 + (3 x 7)] = 26 elektron. Enam elektron digunakan untuk membentuk ikatan kovalen tunggal. Delapan elektron dibutuhkan untuk melengkapi pasangan elektron bebas pada atom-atom fluorida. Pasangan elektron yang tersisa dipasangkan dengan pasangan elektron bebas pada nitrogen.