Ma'rifatullah: Jenis-Jenis Awan

Luke Howard, seorang naturalis berkebangsaan Inggris membagi awan berdasarkan ketinggian dan bentuknya. Awan Cirrus, Cirrocumulus, dan Cirrostratus merupakan awan pada ketinggian 6000 meter), terdiri dari Kristal es. Meski tidak dapat menimbulkan hujan, ketinggiannya dapat menimbulkan daerah daerah bertekanan rendah (depresi) ketika ketebalnnya bertambah. Awan Altrostatus dan Altocomulus, adalah awan dengan ketinggian sedang (2000-6000 meter) terdiri dari campuran butir hujan dan kristal es. Sedangkan awan pada ketinggian rendah terdiri dari awan Nimbostratus, Stratocumulus, dan staratus ketinggian tidak lebih dari 2000 meter dan terbentuk dari butir hujan.

Sebelum ada penelitian-penelitian tentang fenomena ini, Allah SWT telah berfirman dalam Al- Quran Surah An-Nur [24]: 43;

 
 
 
 
 
 
 
"Tidaklah kamu melihat bahwa allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagiannya), kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah +selengkapnya

Pembentukan Senyawa Kovalen

Untuk mempelajari termodinamika pembentukan senyawa kovalen dapat digunakan diagram atau siklus Born-Haber yang telah digunakan dalam pembentukan senyawa ionik yang telah dibahas sebelumnya, tetapi kedua hal ini memiliki perbedaan dalam penerapannya. Dalam siklus ini tidak hanya melibatkan pembentukan ion, tetapi juga energi ikatan kovalen. Proses ini dapat digambarkan dalam siklus pembentukan nitrogen trifluorida.
1/2N2(g) + 3/2F2(g) --> NF3(g)
Pemutusan Ikatan rangkap tiga dinitrogen. Pemutusan ini membutuhkan ½ energi ikat N≡N:
1/2N2(g) ? N(g) ?Ho = +471 kJ.mol-1
Pemutusan ikatan tunggal diflourin. Membutuhkan 3/2 energi ikat F—F:
3/2F2(g) ? 3F(g) ?Ho = +232 kJ.mol-1
Pembentukan ikatan nitrogen-fluorin:
N(g) + 3F(g) ? NF3 ?Ho = -828 kJ.mol-1
Perubahan entalpi keseluruhan yang dihasilkan untuk reaksi di atas menjadi:
1/2N2(g) + 3/2F2(g) ? NF3(g) ?Ho = -125 kJ.mol-1
Diagram pembentukan nitrogen trifluorida ditampilkan pada gambar.

Gambar 6.7 Siklus entalpi +selengkapnya

Termodinamika Proses Pelarutan Senyawa Ionik

Proses pelarutan senyawa ionik dapat dilakukan dengan cara mendispersi ion-ion dalam kisi kristal kedalam fasa gas kemudian dalam tahap yang berbeda, molekul-molekul air mengelilingi ion-ion gas untuk menghasilkan ion-ion hidrat. Sehingga, interaksi ion-ion (ikatan ion) terputus dan terbentuk interaksi ion-dipol.Jika dalam pembentukan senyawa faktor-faktor termodinamika digunakan untuk menentukan senyawa yang terbentuk berlangsung spontan atau tidak spontan, maka dalam proses pelarutan faktor-faktor termodinamika digunakan untuk menentukan derajat kelarutan.
1. Energi kisi
Untuk memutuskan ion-ion bebas dari kisi membutuhkan energi yang besar. Nilai dari energi kisi bergantung pada kekuatan ikatan ion. Kekuatan ion berkaitan erat dengan ukuran dan muatan ion. Magnesium oksida yang mengandung 2 ion positif akan memiliki energi kisi lebih tinggi dibandingkan dengan natrium flourida yang hanya mengandung 1 ion positif, yaitu masing –masing 3933 kJ.mol-1 dan 915 kJ.mol-1. Sama halnya +selengkapnya

Siklus Born Haber

Siklus Born-Haber menampilkan secara grafik proses pembentukan senyawa ionik dari unsur-unsurnya. Dalam diagram siklus Born-Haber terdapat panah yang mengarah ke atas dan ke bawah. Arah panah yang mengarah ke atas menunjukkan reaksi endoterm, sedangkan arah panah yang mengarah ke bawah menunjukkan reaksi eksoterm. Sebagai contoh adalah pembentukan Natrium Klorida.

Gambar 6.2 Siklus Born-Haber Pembentukan Natrium Klorida
Diagram entalpi ini dapat digunakan untuk dua hal: (1) visualisasi entalpi dalam pembentukan senyawa dan (2) untuk menentukan entalpi unsur atau senyawa yang belum diketahui nilainya.
Sebagian besar proses endoterm dihasilkan dari ionisasi atom logam dan proses eksoterm diturunkan dari pembentukan kisi kristal ionik.Jika energi kisi bertambah sesuai dengan jumlah kation, mengapa MgF2 memiliki energi kisi lebih besar dibandingkan dengan MgF3. Jika kita menghitung entalpi pembentukan MgF3, maka energi kisinya lebih besar dari MgF2, karena tarikan elektrostatik ion Mg3+ +selengkapnya

Pembentukan Senyawa Ion

Pembentukan senyawa ionik dari unsur-unsur penyusunnya selalu disertai dengan penurunan entropi. Padatan kristalin memiliki entropi yang sangat rendah dan reaktan non logam, seperti oksigen atau klorin memiliki entropi yang tinggi.
Proses pembentukan senyawa ionik melalui 2 tahap, yaitu, (1) pemutusan ikatan-ikatan pada reaktan; (2) pembentukan produk. Dari tahapan-tahapan ini dapat diketahui faktor-faktor (entalpi) yang paling berpengaruh terhadap spontanitas reaksi. Untuk memahami ini, kita perhatikan kembali reaksi pembentukan natrium klorida:
Na(s) + 1/2Cl2(g) --> NaCl(s) ??H?_f^o= -441 kJ.mol-1
Padatan natrium diubah menjadi atom natrium bebas (gas). Proses ini membutuhkan entalpi atomisasi:
Na(s) --> Na(g) ??H?_^o= +108 kJ.mol-1
Disosiasi molekul gas klorin menjadi atom-atomnya:
1/2Cl2(g) --> Cl(g) ??H?_^o= +121 kJ.mol-1
Ionisasi atom natrium. Proses ini membtuhkan energi ionisasi tingkat pertama:
Na(g)--> Na+(g) + e- ??H?_^o= +502 kJ.mol-1
Atom klorin menagkap +selengkapnya
About
Planet Blog adalah jendela untuk melihat kegiatan dan aktifitas dosen Universitas Negeri Gorontalo.