Pemanfaatan System Informasi Mobile Bagi Kesehatan Ibu Hamil dan Anak
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang dan sebagai faktor penentu keutamaan atau keunggulan dari sumber daya manusia. Namun demikian, kesehatan sering terlupakan karena berbagai macam faktor, dimana faktor yang paling sering adalah karena kesibukan individu itu sendiri. Selama ini para ibu untuk mendapatkan informasi tentang kehamilan dan anak berasal dari posyandu atau puskesmas serta dari bidan, perawat atau dokter di lingkungan sekitar mereka. Kekurangan dari fasilitas layanan kesehatan tersebut adalah waktu pelaksanaannya yang tidak bisa dilakukan setiap saat, serta kesibukan dan jarak yang cukup menyulitkan dalam mendapatkan informasi tersebut. Studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai alternative pemenuhan informasi bagi kesehatan ibu hamil dan anak dengan menggunakan system informasi mobile dalam bentuk aplikasi beserta panduannya pada Android. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah Observasi dan literatur review. Adapun hasil dari studi ini adalah panduan sistem informasi mobile dalam bentuk aplikasi yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil untuk mendapatkan informasi seputar kehamilan berdasarkan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk setiap menu-nya. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sistem informasi yang berbasis Android ini dibuat untuk membantu pemantauan kesehatan pada ibu hamil dan anak yang ada dalam kandungannya.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Kepuasan Pasien Isolasi Di Ruang G4 RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, menimbulkan tuntutan pelayanan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang memadai semakin meningkat, sehingga rumah sakit berusaha untuk memberikan layanan terbaiknya untuk masyarakat. Peningkatan mutu pelayanan adalah derajat memberikan pelayanan secara efisien dan efektif sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan pasien, memanfaatkan teknologi tepat guna dan hasil penelitian dalam pengembangan pelayanan kesehatan/keperawatan sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal (Nursalam, 2011). Perawatan pasien dalam ruang rawat isolasi membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan dengan perawatan di ruang lainnya diantaranya penerapan hygiene perorangan secara ketat, penggunaan APD dengan benar, dan seminimal mungkin melakukan kontak dengan penderita. Isolasi ialah pemisahan penderita sedemikian rupa untuk menghindari penularan kepada orang lain (Tamber, 2008). Beberapa kriteria pada ruang isolasi ialah kamar tersendiri, pembatasan mobilitas pasien, dan petugas menggunakan masker pada setiap saat kontak dengan pasien. Kepuasan mengacu pada penerapan standar kode etik profesi yakni pelayanan kesehatan yang optimal dapat dilihat dari perilaku, maupun keterampilan yang ditunjukkan oleh perawat maupun dokter atau pemberi pelayanan kesehatan lainnya. Penelitian Shirley (2012) menunjukkan bahwa 82, 7% pasien merasa puas dengan pelayanan perawat seperti menghargai pasien.
Repository Universitas Airlangga