Festival Sepakbola Antar Sekolah Dasar Se Provinsi Gorontalo
HIMBAUAN FESTIVAL PENJAS CUP 2026 Tingkat SD se–Provinsi Gorontalo
Ayo ikuti FESTIVAL PENJAS CUP 2026! Ajang kompetisi sepakbola usia dini yang sportif, edukatif, dan penuh prestasi!
17–18 Januari 202607.30 WITA – selesaiStadion Kampus 3 UNG
GRAND PRIZE: Uang Tunai + Piala + Sertifikat
Kategori:
U11JK1 U11 – Rp200.000/timU13 – Rp250.000/timPendaftaran: 4 Des 2025 – 12 Jan 2026Kuota terbatas!
Daftar sekarang: 0852-9870-1813 | 0853-1447-2880 | 0896-3734-4352
Bangun mental juara sejak dini – Tunjukkan prestasi sekolahmu di PENJAS CUP 2026!

Desa Duminanga Menjadi Pionir Pembinaan Sepakbola Berkelanjutan di Bolsel
Pemberdayaan Masyarakat melalui Coaching Clinic sebagai Model Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
link : Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=fcr0rgCoeOg

Tomini Cup 2025 Goes to Campus: Turnamen SLTA sSukses Digelar oleh Mahasiswa Penjas UNG

Gorontalo, 27 Mei 2025 – Turnamen sepak bola pelajar Tomini Cup 2025 sukses digelar di Stadion Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dengan mengusung tema “Goes to Campus: Sportivitas Pelajar Menyatukan Tomini”, kegiatan ini mempertemukan pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Teluk Tomini dan menjadi ajang implementasi nyata mahasiswa Penjas UNG dalam proyek mata kuliah Sepakbola Lanjutan.
Turnamen ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjas), Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong penguatan kompetensi praktik mahasiswa di bidang kepelatihan, perwasitan, dan manajemen pertandingan.
Tomini Cup 2025 diikuti oleh 9 tim SLTA/sederajat dari wilayah Gorontalo dan sekitarnya, seperti Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, dan Parigi Moutong. Seluruh pertandingan dilaksanakan di Stadion Kampus 3 UNG selama sepekan lebih, dengan format setengah kompetisi dan sistem gugur menuju final.
Koordinator pelaksana, Ray Mandala Putra, menyatakan bahwa meskipun jumlah tim terbatas, kualitas pelaksanaan dan nilai edukatif kegiatan tetap menjadi prioritas.
“Kami ingin para pelajar merasakan atmosfer kompetisi kampus yang profesional dan penuh semangat sportivitas. Bagi kami, ini bukan hanya turnamen, tapi juga bagian dari pembelajaran kolaboratif antara kampus dan sekolah,” ujarnya.Dosen pengampu mata kuliah Sepakbola Lanjutan, Joni Taufik Hidayat, M.Pd, mengungkapkan bahwa mahasiswa bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses kegiatan, mulai dari penyusunan jadwal, penyediaan perangkat pertandingan, perwasitan, publikasi, hingga dokumentasi dan evaluasi pasca turnamen.
“Ini bukan sekadar simulasi, tetapi ajang nyata di mana mahasiswa belajar sambil berkarya di lapangan. Mereka menjadi panitia, wasit, pelatih, juru statistik, sekaligus duta kampus di hadapan peserta dari luar,” jelasnya.Turnamen ini juga menjadi sarana pengenalan lingkungan kampus kepada pelajar melalui kegiatan positif dan kompetitif. Tema “Goes to Campus” dipilih untuk menjembatani hubungan antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam semangat Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.
Turnamen ditutup dengan pertandingan final yang mempertemukan dua tim terbaik, serta penyerahan penghargaan kepada juara 1, 2, dan 3, pemain terbaik, top skor, dan tim fair play. Seluruh aspek turnamen menjadi bagian dari praktik dan penilaian mahasiswa selama mengikuti mata kuliah.
Dengan kesuksesan ini, Tomini Cup 2025 diharapkan dapat menjadi kegiatan tahunan yang memperkuat sinergi antara mahasiswa, kampus, dan pelajar di kawasan Teluk Tomini, serta menjadi etalase profesionalisme mahasiswa Penjas UNG di bidang olahraga.
The Correlation Between Body Mass Index and Body Fat Percentage in Menopausal Women in Padang: A Quasi-Experimental Study
Abstract
The global increase in overweight and obesity has become a critical public health concern, particularly among menopausal women who experience hormonal changes that contribute to increased body fat—especially in the abdominal region. High-Intensity Interval Training (HIIT) has emerged as a time-efficient alternative to conventional exercise, offering potential benefits in reducing Body Mass Index (BMI) and Body Fat Percentage (BFP). This quasi-experimental study, conducted in Padang, Indonesia, aimed to examine the correlation between BMI and BFP in menopausal women aged 50–60 years following a five-month HIIT intervention. A total of 50 obese menopausal women were selected using stratified sampling and assigned to either an experimental group (HIIT) or a control group (aerobic exercise). Pretest and posttest measurements were collected for body weight, BMI, and BFP. Statistical analyses included tests for normality and homogeneity, the Mann–Whitney U test, independent t-test, and Spearman’s rank correlation. The findings revealed significant reductions in both BMI and BFP in the HIIT group compared to the control group. A very strong positive correlation was observed between BMI and BFP (r = 0.914, p < 0.001), suggesting that decreases in BMI are closely linked to reductions in body fat. This study provides preliminary evidence from Indonesia supporting HIIT as an effective and time-efficient intervention for addressing obesity-related outcomes in menopausal women. Further research is warranted to investigate the underlying mechanisms and to generalize these findings to broader menopausal populations.
Keyword: High-Intensity Interval Training, Menopause, Body Mass Index, Body Fat Percentage, Obese Women.
http://dx.doi.org/10.30829/contagion.v7i1.23792

