Download secara lengkap Peraturan Akademik Universitas Negeri Gorontalo No. 2 Tahun 2020 di sini

Wiyanti Abd Kadir1, Sri Nuryatin Hamzah1, La Nane1

1Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Negeri Gorontalo. Email korespondensi: lanane@ung.ac.id

 

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran bulu babi di Perairan Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Sebanyak tiga stasiun penelitian ditetapkan yaitu di Tamboa Barat, Tamboa Tengah dan Tamboa Timur. Kelimpahan  bulu  babi  dihitung dengan  menggunakan  transek  kuadran berukuran 1 × 1 m yang diletakkan sepanjang 25 m tegak lurus dari garis pantai menggunakan transek garis. Spesies bulu babi yang ditemukan diidentifikasi secara in situ dan pola sebaran bulu babi dihitung dengan menggunakan indeks dispersi morista. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 5 jenis bulu babi di Pantai Botubarani yaitu jenis Echinometra mathaei, Diadema setosum, Echinotrix calamaris, Echinotrix diadema dan Tripneustes gratilla. Bulu babi jenis Echinometra mathaei merupakan jenis dengan kelimpahan tertinggi di seluruh stasiun penelitian yaitu 25 ind./25 m2 di stasiun Tamboa Barat, 9 ind./25 m2  di stasiun Tamboa Tengah dan 7 ind./25 m2 di stasiun Tamboa Timur. Adapun pola sebaran bulu babi yang ditemukan di perairan Botubarani termasuk mengelompok untuk Echinometra mathaei dan pola seragam untuk bulu babi Diadema setosum, Echinotrix calamaris, Echinotrix diadema dan Tripneustes gratilla. Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelimpahan bulu babi dan parameter kualitas air di seluruh stasiun penelitian. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan kondisi lingkungan di tiga lokasi pengambilan sampel penelitian.

Keywords

Bulu babi, Kelimpahan, Sebaran, Botubarani, Gorontalo

 

Full Text

PDF

 

References

Afifudin, I. K. Suseno, S. H. Jacoeb, A. M. (2014). Profil Asam Lemak Dan Asam Amino Gonad Bulu Babi. Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jphpi/article/view/8138/6387

Agassiz. & Desor. (1846). Salmacis bicolor.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Salm acis_bicolor. 2020-23-09.

Agassiz. (1863). Centrostephanus rodgersii.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Centr optephanus_rodgersii. 2020-23-09.

Alwi, D. Muhammad. S. Hi. Tae. R. (2020). Karakteristik Morfologi dan Indeks Bulu babi (echinoidea) di Perairan Desa Wawama Kabupaten Pulau Morotai. Program Studi Ilmu Kelautan. FPIK UNIPAS Morotai. https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/download/95/54/.

Anwar, C. Muzahar., & Karlina, I. (2015). Bioekologi bulu babi (Echinoidea) di perairan laut teluk dalam Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Jurnal Umrah, 1-9. http://jurnal.umrah.ac.id/?p=3757

Arhas, R. F. Mahdi, N & Kamal. S. (2015). Struktur komunitas dan karakteristik bulu babi (echinoidea) di zona Sublitoral Perairan iboh kecamatan sukakarya kota       sabang.     Program    Studi    Biologi.     Fakultas     Tarbiyah     dan Keguruan UIN. Ar Raniry. https://jurnal.ar raniry.ac.id/index.php/PBiotik/ar ticle/download/2691/1949.

Audouin. (1829). Diadema savignyi.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Diadema_sa vignyi. 2020-23-09.

Baker. (1967). Diadema palmeri.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Diadema_palme ri. 2020-23-09.

Baruadi, H. (2017). Kepadatan dan pola sebaran bulu babi (Echinoidea) di Desa Lamu Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo [Skripsi Mahasiswa S-1, Universitas Negeri Gorontalo]. UNG Repository.  https://s.id/Skripsi- Baruadi2017

Blainville. (1852). Echinometra mathaei.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Echino metra_mathaei. 2020-23-09.

Erlyta, A. (2015). Pola distribusi dan kelimpahan Echinoidea di zona intertidal Pantai Bama Taman Nasional Baluran. [Skripsi, Universitas Jember]. https://s.id/Skripsi-Erlyta2015

Firmandana, T.C Suryanti & Ruswahyuni. (2014). Kelimpahan Bulu Babi (Sea Urchin) Pada Ekosistem Karang Dan Lamun di Perairan Pantai Sundak, Yogyakarta. Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/article/view/7030.

Gray. (1855). Meratia.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Meratia. 2020-23-09.

Gray. (1825).Echinocardium.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Echinocardium_cor datum. 2020-23-09.

Haerul, A. Yasir, I. & Supriadi. 2011. Daya Grazing Dan Preferensi Makanan Bulu Babi Terhadap Berbagai Jenis Lamun Di Perairan Pulau Barrang Lompo, Makassar. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.  http://docplayer.info/58408437-Daya-grazing-dan- preferensi-makanan-bulu-babi-terhadap-berbagai-jenis-lamun-di-perairan- pulau-barrang-lompo-makassar.html.

Hamuna, B. Tanjung, R. H. R. Suwito. Maury, H. K. & Alianto. (2018). Kajian kualitas air laut dan indeks pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di perairan distrik depapre, jayapura. Jurnal ilmu lingkungan. 16(1).35-43. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/download/18011/pdf.

Hartati, R. Meirawati, E. Redjeki, S. Riniatsih, I. Mahendrajaya, R. T. (2018). Jenis- Jenis Bintang Laut Dan Bulu Babi (Asteroidea, Echinoidea: Echinodermata) Di     Perairan      Pulau      Cilik,      Kepulauan      Karimunjawa.      Jurnal Kelautan Tropis. 21(1):41–48. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt/article/download/2417/1471. 

Huda, M. A. I., Sudarmadji, S., & Fajariyah, S. (2017). Keanekaragaman Jenis Echinoidea di Zona Intertidal Pantai Jeding Taman Nasional Baluran. Jurnal Berkala sainstek, 5(2), 61-65.https://doi.org/10.19184/bst.v5i2.5531

Ibrahim, I. Devira, C, N., & Purnawan, S. (2017). Struktur komunitas Echinoidea (bulu babi) di perairan pesisir pantai teluk Nibung Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal prosiding seminar nasional biotic. https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/download/2145/1598

Irianto. A. Jahidin. Sudarajat. H.W. (2016). Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Di Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Pendidikan Biologi. FKIP. OHO. http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/article/download/5034/3757

Jose, R. Ribeiro, C. Neves, P. & Lourenco, S. (2019). Frist assessment of the population structure and reproductive cycle of the sea urchin Sphaerechinus granularis (Lamarck 1816) in Madeira Island: a potential new candidate to echinoculture.   http://www.frontiersin.org/10.3389%2Fcount.FMARS.2018.06.00133/event_abstract

Juliawan. Dewiyanti, I., & Nurfadillah. (2017). Kelimpahan dan pola sebaran bulu babi (Echinodea) di perairan pulau Klah Kota Sabang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1), 541-546. http://jim.unsyiah.ac.id/fkp/article/view/7777

Jumanto,  Arief,  P.  & Muzahar. (2013). Struktur komunitas  Echinodermata di padang   lamun   perairan   Desa   Pengudang   Kecamatan   Teluk   Sebong

Kabupaten   Bintan   Provinsi   Kepulauan   Riau.   Jurnal   Umrah,   1-7. http://jurnal.umrah.ac.id/?p=1165

Kordi, K, M, G, H. (2011). Ekosistem lamun (Seagraass) fungsi, potensi dan pengelolaan. Rineka Cipta.

Kusniadi, Y. Putra, R. D., & Kurniawan, R. (2017). Kondisi bulu babi (Echinoidea) dan habitatnya di Pulau Buyu Lingga. Pulau Buyu, Desa Rejai, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. http://repository.umrah.ac.id/689/1/JURNAL%20ARTIKEL.pdf

Lamack. (1816). Lytechinus variegates.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Lytechinu s_variagatus. 2020-23-09.

Lamack. (1816). Stomopneustes variolaris.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Stomo pneustes_variolaris. 2020-23-09.

Lamack. (1816). Tripneustes venticosus.  https://en.m.wikipedia.org/Tripneustes_v enticosus. 2020-23-09.

Lamarck. (1801). Clypeaster.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/clypeaster. 2020-23-09.

Laning, T. H. Yusup, D. S. Wiryatno, J. (2013). Sebaran Bulu Babi (Echinoidea) Di  Kawasan  Padang  Lamun  Pantai  Merta  Segara,  Sanur-Bali.  Jurnal Biologi 18 (2): 41 – 45. https://ojs.unud.ac.id/index.php/BIO/article/download/16834/11097/.

Laske. (1778). Temnopleurus toreumaticus.  https://nl.m.wikipedia.org/wiki/Temn opeurus_toreumaticus. 2020-23-09.

Linnaeus. (1758). Arbacia lixula.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Arbacia_lixula.2020-23-09.

Linnaeus. (1758). Colobocentrotus atratus.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Colob ocentrotus_atratus. 2020-23-09.

Linnaeus. (1758). Echinotrix diadema.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Echinotrix_diadema. 2020-23-09.

Lubis, S. A., Purnama, A. A., & Yolanda, R. (2016). Spesies Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FKIP Prodi Biologi, 3(1).http://e- journal.upp.ac.id/index.php/fkipbiologi/article/view/1134

Malinda. (2012). Kelimpahan populasi ikan hias botia (Chromobotia macracanthus) dan persepsi masyarakat terhadap pemanfaatannya di sungai Batanghari Kota Jambi. [Tesis, Universitas Indonesia].  https://s.id/Skripsi-Malinda2012

Miala, I., Pratomo, A., & Irawan, H. (2015). Hubungan Antara Bulu Babi, Makroalgae Dan Karang Di Perairan Daerah Pulau Pucung. Repository UMRAH. https://s.id/Jurnal-Umrah2015

Mistiasih, W. D. (2013). Struktur dan pola sebaran komunitas bulu babi (Echinoidea) di habitat lamun Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. [Skripsi, Institut Pertanian Bogor].  https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstrea m/123456789/61386/6/C13wdm.pdf

Musfirah, N. H. (2018). Struktur komunitas bulu babi (Echinoidea) yang berasosiasi dengan ekosistem lamun di Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. [Skripsi, Universitas Hasanuddin].https://s.id/Skripsi-Musfirah2018

Mustaqim, M. M. Ruswahyuni & Suryanti. (2013). Kelimpahan Jenis Bulu Babi (Echinoidea, Leske 1778) Di Rataan Dan Tubir Terumbu Karang Di Perairan Si Jago – Jago, Tapanuli Tengah. Journal Of Maquares. 2(4). 61-70. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/article/view/4269

Nainggolan, P. (2011). Distribusi spasial dan pengelolaan lamun (seagrass) di Teluk Bakau, Kepulauan Riau. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.  h t t p s : / / s . i d / S k r i p s i - N a i n g g o l a n 2 0 1 1

Nane, L. (2019a). Efisiensi Mesin Teknologi Sapurata Dalam Mengoptimalisasi Produksi Inovasi Pangan Kukure Di Pulau Barrang Lompo, Makassar. https://doi.org/10.31230/osf.io/q8spg

Nane, L. (2019b). Studi Keberlanjutan Perikanan Landak Laut Berdasarkan Dimensi Biologi, Ekologi Dan Teknologi Di Sekitar Pulau Tolandono Dan Pulausawa  Kawasan  Konservasi  Wakatobi  [Skripsi,  Universitas Hasanuddin].  https://doi.org/10.31230/osf.io/q8spghttps://doi.org/10.31230/osf.io/q8spg

Nane, L. (2020). Pemanfaatan Telur Landak  Laut Diadema setosum di Pulau Taliabu, Maluku Utara, Indonesia. https://doi.org/10.31219/osf.io/kmtuv

Nane, L., & Paramata, A. R. (2020). Impact of Overfishing on Density and Test- Diameter Size of the Sea Urchin Tripneustes gratilla at Wakatobi Archipelago, South-Eastern Sulawesi, Indonesia. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 25(2), 53-56. https://doi.org/10.14710/ik.ijms.25.2.53-56

Nane, L., Baruadi, A. S. R., & Mardin, H. (2020). The density of the blue-black urchin Echinotrix diadema (Linnaeus, 1758) in TominiBay, Indonesia. Tomini Journal of Aquatic Science, 1(1), 16–21. https://doi.org/10.37905/tjas.v1i1.5939

Nazar, M. (2017). Pola Distribusi Urchin (Echinoidea) Pada Ekosistem Terumbu Karang (Coral Reefs) Di Perairan Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Sebagai Penunjang Praktikum Ekologi Hewan. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Darussalam-Banda Aceh. [Skripsi]. https://repository.araniry.ac.id/2591/1/Muhammad%20Nazar.pdf. 

Nento, R. (2013). Kelimpahan, keanekaragaman, dan kemerataan Gastropoda di ekosistem mangrove di pulau Dudepo Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Nike, 1(1), 41-37. http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/nike/article/view/1216

Noviana. N. P. E. Julyantoroa, P. G. S. Pebriania. D. A. A. (2019). Distribusi dan Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Pasir Putih, Desa Sumberkima, Buleleng, Bali. Current Trends in Aquatic Science II (1), 22-29. https://ojs.unud.ac.id/index.php/CTAS/article/view/42514/30170

Nugroho, P. E. R. Purnomo, P. W. & Suryanti. (2017). Biodiversitas Echinodermata Berdasarkan Tipe Habitatnya Di Pantai Indrayanti, Gunungkidul, Yogyakarta. Journal Of Maquares 6(4). 409-414

Philipi. (1845). Diadema antillarum.  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Diadema_ant illarum. 2020-23-09.

Prasetyo, E. Zaida, A. Wulandari, R. Wulan, I. N. Santiati, E. Prakoso, C. N. Y. (2019). Kekayaan Jenis Bulu Babi (Sea Urchin) di Kawasan Perairan Pantai Gunung  Kidul,  Yogyakarta.  Pendidikan  Biologi.  FMIPA.  Universitas Negeri Semarang.  https://onlinejournal.unja.ac.id/biospecies/article/view/6574/4182.

Purnomoa,  I. G. P. A. Dharma, S.  IGB. & Putraa.  I. N. G. (2019). Struktur Komunitas dan Sebaran Bulu Babi (Echinoidea) di Kawasan Padang Lamun Pantai Serangan, Bali. JMRT, 2(2). 29-33. 

Purwandatama, R.W. A’In, C. & Suryanti. (2014). Kelimpahan Bulu Babi (Sea Urchin) Pada Karang Massive Dan Branching Di Daerah Rataan Dan Tubir Di Legon Boyo, Pulau Karimunjawa, Taman Nasional Karimunjawa. Manajemen Sumberdaya Perairan. Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro.  https://media.neliti.com/media/ publications/149032-ID-kelimpahan-bulu-babi-sea-urchin-pada-kar.pdf

Romadhoni, M. F. (2013). Keanekaragaman jenis Echinodermatadi pantai Kondang Merak     Kecamatan     Donomulyo     Kabupaten     Malang.     [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.  http://etheses.uin malang.ac.id/568/1/06520030%20Pendahuluan.pdf

Sujarweni, V. W. (2019). SPSS Untuk Penelitian. Jl. Wonosari Km 6. Demblaksari RT 4. Baturetno. Banguntapan. Bantul. Yogyakarta.

Suryanti & Ruswahyuni. (2014). Perbedaan Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Pada Ekosistem Karang Dan Lamun Di Pancuran Belakang, Karimunjawa Jurnal Saintek Perikanan. 10 (1). 62-67. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/download/8331/6861

Susetiono. (2004). Fauna Padang Lamun Tanjung Merah Selat Lembah. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI.Jakarta.

Toha, A. H. A. (2006). Ulasan Ilmiah: Manfaat bulu babi (Echinoidea), dari sumber pangan  sampai  organisme  hias.  Jurnal  Ilmu-ilmu  Perairan  dan Perikanan Indonesia, 13(1), 77- 82.  https://journal.ipb.ac.id/index.php/jippi/ article/download/12141/9349

Triana, R. Elfidasari, D. Vimono, I. B. (2015). Identifikasi Echinodermata di selatan Pulau    Tikus,    Gugusan    Pulau    Pari,    Kepulauan    Seribu.    Jurnal prossem nasmasy biodiv indon, 1 (3). 455-45. https://smujo.id/psnmbi/article/view/1109/1086

Umar, M.T.  Tresnati, J. Andy, S.  B.  (2013).  Kajian Pertumbuhan  Bulu Babi (Salmacis sphaeroides linnaeus, 1758) Di Perairan Pesisir Desa Bontolempangan, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. https://core.ac.uk/download/pdf/25494464.pdf

Wulandewi, N. L. E. Subagio, J. N., & Wiryatno, J. (2015). Jenis dan densitas bulu babi  (Echinoidea)  di  kawasan  Pantai  Sanur  dan  Serangan  Denpasar- Bali. Jurnal simbiosis 3(1). 269-280.  https://ojs.unud.ac.id/index.php/simbio sis/article/view/14406/9902

Yulianto. A.R. (2012). Pemanfaatan bulu babi secara berkelanjutan pada kawasan padang lamun. [Tesis, Universitas Indonesia].  https://www.academia.edu/do wnload/32436096/Draft_final.pdf

Yusron, E. & Edward. (2019). Diversitas Ekhinodermata (Asteroidea, Echinoidea Dan Holothuroidea) Di Perairan Pulau Osi, Seram Barat-Maluku Tengah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 11 (2). 437-446. https://media.neliti.com/media/publications/314515diversitasekhinodermata-asteroidea-echi-c1fccc45.pdf.

 

La Nane

Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Negeri Gorontalo. Email: lanane@ung.ac.id

 

Abstract

Pulau Sebatik merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia yang merupakan wilayah administrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Pulau ini memiliki nilai strategis dalam pembangunan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Salah satu wilayah administrasi dari Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia tersebut adalah Desa Aji Kuning. Selain itu, pulau sebatik memiliki sumberdaya alam yang cukup besar khususnya di bidang pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan perdagangan. Selain itu, letaknya yang strategis dan merupakan kawasan perbatasan menjadikan pulau tersebut sebagai pintu gerbang perekonomian dan pembangunan kawasan tersbut. Sementara itu, akses transportasi kegiatan perekonomian dan kegiatan perdagangan untuk distribusi barang ke Kota Tawau, Malaysia sangat tergantung pada kondisi Perairan sungai yang terletak di Desa Aji Kuning.Sungai Desa AjiKuning selain dimanfatkan sebagai jalur transportasi ke negara malaysia, sungai tersebut juga dimanfaatkan sebagi kebutuhan untuk rumah tanggaseperti keperluan mandi dan mencuci. Disisi lain, sungai Desa Aji Kuning merupakan satu-satunya sumber air di desa tersebut. Meskipun kondisi perairan dari sungai tersebut sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai sumber air untuk mandi dan mencuci. Karena selain baunya yang menyengat dan berwarnakecoklatan.Air sungai tersebut juga sangat keruh karena membawa partikel-partikel tanah liat dari dataran tinggi karena akibat gundulnya pinggiran aliran sungai tanaman mangrove dan tanaman dikotil lainnya yang berfungsi sebagai penguat pinggiran sungai tersebut. Oleh karena itu, dalam laporan ini akan dibahas mengenaikegiatan perikanan yang dilaksanakan di Pulau sebatik,Desa Aji Kuning yang dapat dijadikan sebagai data base dan informasi ilmiah mengenai kondisi perairan tawar kawasan perbatasan tersebut.

 

Keywords

Rehabilitasi; Sungai; Desa Aji Kuning, Sebatik, Nunukan

 

Full Text

PDF

 

References

Anonim.2013.sebatikcoffeebreak.blogspot.com. Diakses pada tanggal 3 januari 2013 di fakulas Ilmu kelauan dan perikanan, Uiversitas Hasanuddin.

Arsip Camat Sebatik tengah.2012. ProfilKecamatan sebatik Tengah.Kabupaten nunukan kalmantan tmur.

Arsip Desa Aji Kunig.2012.Profil Desa Aji Kuning, Kecamatan sebatik Tengah, Kalimantan timur.

Indra.2008. Panjang Garis Pantai Indonesia Terbaru. http://seputarberita. blogspot. com/ 2009/ 03/ panjang -garis -pantai-indonesia -terbaru. html. Diakses tanggal 2 Januari2013

Herinda Mardin1, La Nane2

Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo1; Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Negeri Gorontalo2. Email: herindamardin@ung.ac.id

 

Abstract

Pembelajaran di era pandemi covid-19 membuat guru memaksimalkan penggunaan media pembelajaran berbasis ICT. Untuk itu dibutuhkan berbagai upaya dalam pembelajaran termasuk  penggunaan  media  pembelajaran  berbasis  ICT  agar  memudahkan  guru  dalam proses pembelajaran. Pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan dan memaksimalkan media pembelajaran berbasis ICT sehingga perlu adanya pelatihan dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT kepada guru. Pelatihan pembuatan dan penggunaan google sites sebagai media pembelajaran dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Boalemo Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo pada hari kamis, 09 Juli 2020. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru tingkat Madrasah Aliyah se-kabupaten Boalemo melalui penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran. Pelaksanaan pelatihan ini terdiri atas 2 tahapan yaitu pertama penyampaian materi mengenai pembuatan dan penggunaan google sites sebagai media pembelajaran dan kedua   praktek   langsung   membuat   dan   menggunakan   google   sites   sebagai   media pembelajaran. Metode dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab dan eksperimen. Pelatihan ini diikuti dengan antusiasme dari peserta yang diikuti oleh 35 orang guru tingkat Madrasah Aliyah se-kabupaten Boalemo. Pelatihan ini menambah pengetahuan dan kompetensi serta skill peserta dalam membuat dan menggunakan google sites sebagai media pembelajaran.

 

Keywords

Pelatihan; Google Sites; Media Pembelajaran

 

Full Text

PDF

 

References

Januarisman, E., & Ghufron, A. (2016). Pengembangan media pembelajaran berbasis web mata pelajaran ilmu pengetahuan alam untuk siswa kelas VII. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 3(2), 166-182.

Mardin, H. (2017). Analisis kesulitan belajar biologi peserta didik kelas XII IPA SMA Negeri di Kota Palopo. Universitas Negeri Makassar. Retrieved from http://eprints. unm.ac.id/5840.

Nane, L., Baruadi, A. S. R., & Mardin, H. (2020). The density of the blue-black urchin Echinotrix diadema (Linnaeus, 1758) in Tomini Bay, Indonesia. Tomini Journal of Aquatic Science, 1(1), 16-21. https://doi.org/10.37905/tjas.v1i1.5939

Taufik, M., Sutrio, S., Ayub, S., Sahidu, H., & Hikmawati, H. (2018). Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis WEB Kepada Guru IPA SMP Kota Mataram. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. 1(1), 77-81.

Sari, H. V., & Suswanto, H. (2017). Pengembangan media pembelajaran Berbasis Web Untuk mengukur hasil Belajar siswa pada mata pelajaran Komputer Jaringan Dasar program Keahlian teknik komputer dan jaringan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(7), 1008-1016.

Mulis1, Arafik Lamadi1, La Nane2

Jurusan Budi Daya Perairan, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia1, Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas  Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia2. Email korespondensi: mulis@ung.ac.id

 

Abstract

Landak laut (sea urchin) merupakan salah satu produk sumber daya perikanan penting karena telurnya memiliki nilai ekonomis dan gizi yang baik untuk kesehatan. Desa Kotajin merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Gorontalo Utara yang memiliki potensi yang cukup besar terhadap perikanan landak laut. Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik karena minimnya informasi dan pengetahuan tentang pengolahan telur landak laut menjadi penganan. Sejalan dengan itu, pemerintah lokal terus mengupayakan dan menghadirkan diversifikasi dari penganan baru yang bergizi dan bernilai ekonomis tinggi untuk mendorong peningkatan gizi dan perekonomian (pendapatan) masyarakat pesisir. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kotajin pada tanggal 26–27 April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Kotajin tentang cara pembuatan bakso dari telur landak laut. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah produk bakso dari telur landak laut yang siap untuk dikonsumsi atau dipasarkan kepada konsumen lokal. 

 

Keywords

Pelatihan; Bakso; Landak Laut; Gizi; Ekonomi

 

Full Text

PDF

 

References

Andrew, N. L., Agatsuma, Y., Ballesteros, E., Bazhin, A. G., Creaser, E. P., Barnes, D. K. A., ... & Einarsson, S. (2002). Status and management of world sea urchin fisheries. Oceanography and marine biology, 40(40), 343-425.

Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247-256.

Syachruddin, A. R., Karnan, K., Japa, L., Merta, I. W., & Mertha, I. G. (2019). Meningkatkan Kualitas Produksi Rumput Laut Melalui Pelatihan tentang Sistem Pengelolaan Budidaya Secara Terpadu di Gili Gede Lombok Barat NTB. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(2).

Baruadi, A. S. R., & Nane, L. (2020). Edukasi Pemanfaatan Bulu-Babi (Sea Urchin) Melalui Budi Daya Keramba Jaring Apung. Jurdimas Royal, 3(2), 169-174.

Choliq, I., Nasrullah, D., & Mundakir, M. (2020). Pencegahan Stunting di Medokan Semampir Surabaya Melalui Modifikasi Makanan Pada Anak. Humanism, 1(1)

Setiadi, H., KM, S., & Fifi Dwijayanti, S. K. M. (2020, April). Pentingnya Kesehatan Masyarakat, Edukasi Dan Pemberdayaan Perempuan Untuk Mengurangi Stunting Di Negara Berkembang. In Jurnal Seminar Nasional (Vol. 2, No. 01, pp. 16-25)

Irianto, A., Jahidin, J., & Sudrajat, H. W. (2016). Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Di Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 1(2).

Irianto, A., Jahidin, J., & Sudrajat, H. W. (2016). Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Di Intertidal Perairan Pulau Liwutongkidi Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 1(2).

Jamilah, J., & Mawardati, M. (2019). Hubungan Tingkat Kemiskinan dengan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Tangkap pada Kawasan Minapolitan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 3(2), 336-347.

Kuwahara, R., Hatate, H., Yuki, T., Murata, H., Tanaka, R., & Hama, Y. (2009). Antioxidant property of polyhydroxylated naphthoquinone pigments from shells of purple sea urchin Anthocidaris crassispina. LWT-Food Science and Technology, 42(7), 1296-1300.

Nane, L. (2019a). Impact of overfishing on density and test-diameter size of the sea urchin Tripneustes gratilla at Wakatobi Archipelago, south-eastern Sulawesi, Indonesia. BioRxiv, 727271.

Nane, L. (2019b). Sea Urchin Sustainability Studies Based on Dimension Biology, Ecology and Technology at Around of Tolandono Island and Sawa Island at Wakatobi Conservation Area.

Nane, L. (2019c). Studi Keberlanjutan Perikanan Landak Laut Berdasarkan Dimensi Biologi, Ekologi, Dan Teknologi Di Sekitar Pulau Tolandono Dan Pulau Sawa Kawasan Konservasi Wakatobi.

Nane, L., Baruadi, A. S. R., & Mardin, H. (2020). The density of the blue-black urchin Echinotrix diadema (Linnaeus, 1758) in TominiBay, Indonesia. Tomini Journal of Aquatic Science, 1(1), 16-21.

Nane, L. (2020). Pemanfaatan Telur Landak Laut Diadema setosum di Pulau Taliabu, Maluku Utara, Indonesia.

Nane, L., & Paramata, A. R. (2020). Impact of Overfishing on Density and Test-Diameter Size of the Sea Urchin Tripneustes gratilla at Wakatobi Archipelago, South-Eastern Sulawesi, Indonesia. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 25(2), 53–56.

Oktavia, D. A., Mangunwidjaja, D., Wibowo, S., Sunarti, T. C., & Rahayuningsih, M. (2012). Pengolahan Limbah Cair Perikanan Menggunakan Konsorsiummikroba Indigenous Proteolitik Dan Lipolitik. Agrointek, 6(2), 65-71.

Santos-Ferreira, N., Mesquita, J. R., Rivadulla, E., Inácio, Â. S., Nascimento, M. S. J., Romalde, J., & da Costa, P. M. (2020). Norovirus contamination of sea urchins (Paracentrotus lividus): Potential food risk for consumers. Food Control, 111, 107041.

Sukamto, M. E. I. (2017). Pengelolaan Potensi Laut Indonesia Dalam Spirit Ekonomi Islam (Studi Terhadap Eksplorasi Potensi Hasil Laut Indonesia). Malia (Terakreditasi), 9(1), 35-62.

Tupan, J., & br Silaban, B. (2017). Karakteristik Fisik-Kimia Bulu babi Diadema setosum dari beberapa Perairan Pulau Ambon. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 13(2), 71-78.