ROADMAP PENELITIAN BIDANG KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

13 February 2021 19:16:34 Dibaca : 149 Kategori : Artikel

Penelitian bidang keilmuan keperawatan gawat darurat, terbagi dalam tiga bidang garap, yaitu keperawatan gawat darurat, keperawatan kritis, dan keperawatan bencana. Berikut adalah penjelasan dalam bentuk roadmap untuk masing-masing bidang garap :

1. Keperawatan Gawat Darurat

Bidang garap penelitian pada keperawatan gawat darurat dapat diarahkan kepada kondisi kegawatan pre hospital dan intra hospital. Area pre hospital, penelitian dapat diarahkan kepada proses triage saat terjadi kondisi gawat darurat, respon time perawat pada saat melakukan tindakan pasien dengan kondisi gawat darurat, dan juga pelayanan ambulan (ambulance service) termasuk di dalamnya adalah stabilisasi dan transportasi pada pasien gawat darurat yang disebabkan karena trauma maupun non trauma. Bidang garap juga dapat diarahkan pada kondisi intra hospital yang meliputi beberapa aspek diantaranya aspek fisik, psikososial, codeblue, dan juga ethical consideration pada kondisi kegawatdaruratan. Berbagai topik penelitian pada aspek fisik dapat diarahkan pada kondisi kegawatan jalan nafas (airway), misalnya pada pasien dengan sumbatan jalan nafas dan juga tindakan yang berkaitan dengan pembebasan jalan nafas, pada kondisi kegawatan pernapasan (breathing), arah penelitian dapat difokuskan pada pengkajian dan intervensi pada pasien dengan tension pneumothorax atau pada pasien dengan gangguan oksigenasi. Aspek fisik juga dapat meliputi kondisi kegawatan pada sirkulasi (circulation) dimana penelitian dapat diarahkan pada pasien dengan syok hipovolemik, juga dapat diarahkan pada disabilitas pasien (disability) yang terkait dengan pasien yang mengalami penurunan kesadaran dan PTIK serta kondisi pasien terkait lingkungan (environment) yang dapat menyebabkan kondisi gawat darurat seperti hipotermia

2. Keperawatan Kritis

Keperawatan kritis lebih berkaitan pada perawatan pasien dalam fase intensif. Penelitan pada area ini dapat difokuskan pada aspek fisik, psikososiospiritual, dan juga ethical consideration dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi kritis. Pada aspek fisik, topik penelitian dapat diarahkan pada masalah dan intervensi yang dapat dilakukan terkait kondisi fisiologis pasien, seperti masalah pada sistem pernafasan: Fisioterapi nafas & suction, VAP, dan setting ventilator, pada sistem kardiovaskuler : masalah hemodinamik, perubahan vaskular, DVT, pada sistem persarafan: tingkat kesadaran, agitasi, disorientasi, sistem perkemihan: CAUTI (catheter assosiated urinary tract infection) , incontinensia, pada sistem pencernaan: masalah nutrisi, pola BAB, pada sistem muskuloskeletal: dekubitus, disuse sindrom (kontraktur, atropi). Pada aspek psikososiospiritual, topik penelitian dapat diarahkan pada kondisi yang biasa terjadi pada pasien dan keluarga seperti distress, lonelyness, resiliensi keluarga, kebutuhan informasi, dan keputusasaan serta intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Keperawatan Bencana

Fokus penelitian pada keperawatan bencana dibagi menjadi tiga area, yaitu pada fase pra bencana, fase terjadi bencana (impact), dan pasca bencana. Pada fase pra bencana, topik penelitian lebih dikaitkan dengan upaya pencegahan dan persiapan jika terjadi bencana dalam upaya mitigasi dan preparedness. Penelitian pada area ini dapat dilakukan pada petugas kesehatan, dan juga masyarakat (awam terlatih maupun tidak terlatih). Topik-topik penelitian yang dapa dieksplorasi adalah terkait edukasi, sistem peringatan dini bencana, drilling, dan berbagai hal terkait infrastruktur untuk mencegah terjadinya bencana. Pada fase akut atau impact, topik penelitian dapat dikaitkan dengan kondisi saat terjadi bencana, seperti bagaimana melakukan triage saat terjadi bencana, bagaimana melakukan upaya penyelamatan pada saat terjadi bencana, serta penanganan korban saat terjadi bencana yang dapat meliputi evakuasi dan transportasi. Pada fase pasca bencana, penelitian dapat difokuskan pada rekonstruksi dan rehabilitasi. Topik penelitian dapat dikaitkan dengan kondisi psikologis pasca terjadinya bencana seperti trauma, depresi, dan bagaimana perawat mengatasi masalah tersebut. Selain itu, topik penelitian juga dapat dikaitkan dengan upaya pencegahan terjadinya bencana lanjutan (second disaster).