ARSIP BULANAN : February 2021

PENDOKUMENTASIAN DAN PELAPORAN KEPERAWATAN DI ICU

28 February 2021 11:27:46 Dibaca : 266

1. Pengkajian Sebelum Pasien Datang (Pre Arrival)

Sebelum pasien akan dikirim, dilakukan pengkajian meliputi identitas pasien, diagnosa, tanda vital, alat bantu intensiv, modus mekanik yang sedang dipakai bila pasien menggunakan ventilator

2. Pengkajian ICU

  1. Pengkajian Segera (Quick Assessment): Pengkajian segera setelah pasien tiba di ICu meliputi ABCDE yaitu, Airway, Breathing, Circulation, Drugs (Obat-obatan yang saat ini dipakai termasuk apakah ada alergi terhadap obat atau makanan tertentu) dan Equipment (Adakah alat yang terpasang pada pasien)
  2. Pengkajian Lengkap (Comprehensive Assessment): Pengkajian riwayat kesehatan lalu, riwayat sosial, riwayat psikososial dan spiritual serta pengkajian fisik dari setiap sistem tubuh (Sistem neurologi, respirasi, kardiovaskular, renal, gastrointestinal, endokrin, hematologi, immunologi dan integumen)
  3. Pengkajian Berkelanjutan (On Going Assessment): Kontinuitas monitoring kondisi pasien setiap 1-2 jam pada saat kritis, selanjutnya sesuai kondisi pasien. Hal-hal yang dikaji meliputi tanda-tanda vital, hemodinamik, alat-alat yang terpakai oleh pasien saat masuk ICU

3. Diagnosa Keperawatan

Proses pemecahan masalah mencakup : identifikasi masalah gangguan kesehatan, menentukan penyebab masalah dan menentukan tanda dan gejala dari masalah dengan metode PES (Problem, Etiologi, Sign/ Symptom)

4. Perencanaan

Perencanaan harus mencakup :

  1. Perumusan tujuan : Berfokus pada pasien, jelas dan singkat, dapat diukur, realistis, ada target waktu
  2. Rencana tindakan : Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan, mengarah pada tujuan, disusun berurutan dan ada rasionalnya serta dapat mengkombinasikan pedoman dan intervensi dari hasil-hasil penelitian
  3. Kriteria Hasil : Menggunakan kata kerja yang tepat, dapat dimodifikasi dan spesifik

5. Implementasi Keperawatan

Kegiatan yang dilakukan yakni, melanjutkan pengumpulan data dan pengkajian, melaksanakan intervensi keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan, memberikan laporan keperawatan secara verbal dan mempertahankan rencana asuhan

6. Evaluasi

Tahapan dalam evaluasi, yakni mengidentifikasi kriteria hasil sesuai dengan keberhasilan, mengumpulkan data, evaluasi pencapaian tujuan dan modifikasi atau mempertahankan rencana keperawatan.

Format Laporan Pendokumentasian Askep Kritis dapat diunduh pada link berikut : 

Format Laporan Pendokumentasian Askep Kritis

REGISTRASI

Berikut adalah Langkah-langkah untuk melakukan registrasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

  1. Pada halaman utama website Merdeka Belajar - Kampus Merdeka klik tombol “Login”
  2. Selanjutnya akan muncul halaman Login seperti berikut, Klik “Belum Punya Akun? Register” untuk melanjutkan ke halaman Registrasi
  3. Isikan data dengan lengkap:
    • Nama Lengkap Dosen
    • Tanggal Lahir Dosen
    • Email Dosen
    • Re-email Dosen
    • Memilih Register SebagaI “Dosen Pembimbing”
    • Klik ”Daftar” untuk melakukan proses pendaftaran

4. Pastikan Email yang digunakan untuk mendaftar "AKTIF" dan dapat menerima email dengan baik dan Pastikan Email dan tanggal lahir yang digunakan terdaftar didalam Database PDDIKTI, untuk memastikan silahkan hubungi Admin PDDIKTI di masing-masing Perguruan Tinggi

5. Setelah melakukan pendaftaran akun, silahkan cek pada email yang sudah didaftarkan

6. Klik tombol “AKTIFKAN AKUN” yang dilingkari merah pada gambar diatas, selanjutnya akan muncul halaman Login dengan keterangan ”Perhatian, Akun anda sudah aktif”

VAKSINASI COVID BAGI AWAK MEDIA

25 February 2021 12:33:00 Dibaca : 26

Kamis, 25 Februari tahun 2021, pelaksanaan vaksinasi pertama digelar untuk para awak media yang dilaksanakan di Hall Basket Senayan. Direncanakan kegiatan vaksinasi akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan dengan tahapan yang sama mulai dari pemeriksanaan kondisi kesehatan para awak media, dan selanjutnya diberikan vaksinasi. Peserta awal media yang akan diberikan vaksinasi berjumlah 5.500 orang. Presiden Jokowi berharap vaksinasi ini dapat melindungi awak media saat bertugas di lapangan. Hal ini mengingat awak media banyak berinteraksi meskipun di tengah pandemi.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 

Sumber : SINDOnews

Sebelum dilakukan penyuntikan, guru dan tenaga pendidik dilakukan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan diajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan, hal ini dilakukan untuk memastikan peserta apakah sehat untuk dilakukan  penyuntikan vaksin covid-19. Bagi peserta yang belum lolos dalam skrining kesehatan, peserta akan diminta menunggu selama 30 menit untuk melakukan skrining kesehatan kembali. Jika, peserta tersebut telah dipastikan sehat, maka akan dilakukan penyuntikan vaksin covid-19. Vaksin yang diberikan kepada guru dan tenaga pendidik ini sudah dipastikan aman dan berkualitas. 

Meskipun telah dilakukan penyuntikan vaksin covid-19, diharapkan seluruh masyarakat di Indonesia, tetap menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penularan covid-19.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 

  1. Periksa napasnya dengan memiringkan kepalanya ke belakang dan melihat atau merasakan napasnya
  2. Mintalah orang lain untuk menghubungi dan atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Jika anda merasakan nafasnya dan ditemukan tidak bernafas, mulailah menekan dadanya. Letakkan satu telapak tangan anda pada bagian tengah dada dan tumpuk dengan tangan lainnya di bagian atasnya, jajarkan jari-jari anda bersamaan
  3. Tekan dengan kuat ke bawah pada tenah dada kemudian lepaskan
  4. Tekanan dengan kedalaman orang dewasa 4-5 cm dan kecepatan 100-120 kali permenit. Teknik dan caranya dapat disimak pada video Bantuan Hidup Dasar

Apakah saya melakukan kompresi dada dengan cara yang berbeda kepada anak atau bayi?

Pendekatannya sama, tetapi kompresi dada harus sedikit dimodifikasi bila dilakukan pada anak atau bayi. Untuk anak berusia antara satu sampai 12 tahun, gunakan kedua tangan untuk menekan dada sedalam 2 inci. Untuk bayi (kurang dari satu tahun), gunakan permukaan 2 jari-jari anda dan tekan dadanya sedalam 1 1/2 inci.

Apa yang dimaksud dengan kompresi dada?

Kompresi dada adalah ketika anda meletakkan tangan anda di tengah dada seseorang kemudian menekan dan melepasnya berulang-ulang dengan cepat dan membantu memompa darah ke seluruh tubuhnya.

Bagaimana jika saya sedang sendirian ketika menemukan seseorang yang tidak sadarkan diri ketika menemukan seseorang yang tidak sadarkan diri atau tidak bernafas?

Jika anda sendirian, hubungi fasilitas kesehatan terdekat, sebelum anda mulai melakukan kompresi dada.

Apakah saya harus memberikan nafas dari mulut ke mulut juga?

Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan jika yang diberi bantuan bukan keluarga inti/ yang dikenal, karena tidak diketahui korban yang diberi pertolongan mengidap penyakit infeksius. Anda cukup memberikan kompresi dada. Jika keluarga sendiri, anda dapat melakukannya dengan cara tekanan kompresi dada sebanyak 30 kali lalu diikuti dengan 2 kali bantuan nafas.