ARSIP BULANAN : March 2021

Yth. Ketua Jurusan di Lingkungan Fakultas Olahraga dan Kesehatan

Universitas Negeri Gorontalo

 

Dengan hormat,

Dalam rangka pemilihan Dosen Berprestasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan tahun 2021, maka kami minta Saudara mempersiapkan dan mengusulkan 2 (Dua) orang calon berprestasi di Jurusan masing-masing untuk dinilai oleh Tim Penilai ditingkat Fakultas. Calon yang diusulkan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam pedoman pemilihan dosen berprestasi, dan nama dosen berprestasi masing-masing Jurusan sudah kami terima di Fakultas pada tanggal 12-16 April 2021.

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk bisa dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

SURAT EDARAN PEMBERITAHUAN KEGIATAN DOSEN BERPRESTASI

PEDOMAN DOSEN BERPRESTASI TAHUN 2021

  

Dekan FOK UNG

ttd

Prof. Dr. Herlina Jusuf, M.Kes

NIP. 196310011988032002

 

Tembusan :

  1. Ketua Program Studi di Lingkungan FOK;
  2. Arsip.

Gorontalo, 11 Maret 2021. Dalam rangka meningkatkan imunitas mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan selama masa pandemi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo menggelar Kuliah Pakar dengan tema Suplement dan Doping di Era Covid-19. Dalam sambutannya Dekan fakultas Olahraga dan Kesehatan Prof. DR. Herlina Jusuf, M.KES menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan seluruh civitas akademik tetap menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas dan perkuliahan selama masa pandemi.

Narasumber dalam kuliah Pakar tersebut Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sport.Med, M.Pd memberikan penjelasan tentang bagaimana meningkatkan daya imun tubuh selama masa covid-19, diantaranya dengan berolahraga. Olahraga yang dapat dilakukan yakni jalan jepat, jogging, bersepeda dan berenang. 

  

PERTOLONGAN PERTAMA PADA SESEORANG YANG MENGALAMI SYOK

07 March 2021 06:56:04 Dibaca : 71
  1. Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahui seseorang yang mengalami syok/ renjatan, yakni pasien/ korban mengalami gelisah atau perubahan status mental dan mungkin muntah, mengantuk, kehilangan kesadaran, pucat, dingin, kulit lembab serta rasa haus. Jari-jari, kuku atau bibirnya bisa membiru (Sianosis). Penderita juga bisa mengalami napas tersengal-sengal dan lemah, pandangan mata, kosong dan pupil mata melebar
  2. Posisikan penderita berbaring, dengan meninggikan kedua tungkainya setinggi 20-30 cm
  3. Kendalikan perdarahan jika ada perdarahan luar. Simak materi PERTOLONGAN PERTAMA PADA PERDARAHAN
  4. Hindarkan penderita dari kedinginan atau kepanasan. Jika mengalami kedinginan selimuti penderita dan jika penderita mengalami kepanasan kompres dingin kaki penderita
  5. Penderita jangan diberi minum atau makan pada saat mengalami syok
  6. Hubungi dan atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA ALERGI/ ANAFILAKSIS

07 March 2021 06:44:12 Dibaca : 35
  1. Penderita dapat mengalami bintik merah di kulit, gatal-gatal atau pembengkakan pada tangan, kaki atau wajah. Nafasnya dapat melambat. Penderita juga dapat menunjukkan gejala muntah dan diare. Umumnya reaksi alergi disebabkan oleh serbuk sari, sengatan binatang dan beberapa bahan tertentu (Misalnya: Bedak, karet lateks), serta beberapa jenis makanan, seperti kacang-kacangan atau produk susu.
  2. Jika seseorang menderita syok/ renjatan yang disebabkan oleh alergi, hubungi fasilitas kesehatan terdekat, meminta orang lain untuk membantu. Pelajari lebih lanjut PERTOLONGAN PERTAMA PADA SESEORANG YANG MENGALAMI SYOK

   Simak Juga : Pertolongan Pertama pada " ANAFILAKSIS "

Apa yang dimakud syok anafilaksis?

Syok anafilaksis adalah reaksi alergi yang sangat berat yang mengakibatkan seseorang kesulitan untuk bernafas, dapat berlanjut menjadi denyut nadi yang melemah, tekanan darah yang rendah dan menurunnya tingkat kesadaran. Jika seseorang diketahui mengalami syok anafilaksis maka perlu diberikan penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Makanan apa saja yang dapat menyebabkan reaksi alergi?

Umumnya reaksi alergi disebabkan oleh serbuk sari, debu, sengatan binatang dan beberapa bahan tertentu ((Misalnya: Bedak, karet lateks), serta beberapa jenis makanan, seperti kacang-kacangan atau produk susu.

PENILAIAN NYERI DI INSTALASI GAWAT DARURAT

06 March 2021 10:16:31 Dibaca : 107

Untuk memudahkan dalam penilaian nyeri, dapat menggunakan akronim PAIN

P – Place or site of pain : Kaji lokasi nyeri yang dirasakan pasien, minta pasien untuk menyampaikan atau menunjuk area yang sakit

A – Aggravating factors : Kaji faktor yang memberatkan. Tanyakan onset nyeri yang dirasakan dan apakah diperburuk oleh aktivitas fisik, apakah menghilang jika istirahat

I– Intensity, Nature & Duration : Kaji intensitas, sifat dan durasinya. Kaji atau tanyakan kepada pasien tentang tingkat atau skor nyeri yang dirasakan. Skala nyeri dapat diukur menggunakan beberapa alat ukur, yakni

  • NRS (Numeric Ratting Scale): cara mengkaji nyeri secara subjektif yang sering digunakan. Metode yang digunakan adalah angka 0-10, dengan menggunakan NRS kita dapat menentukan tingkat/derajat nyeri pasien dimana 0 (tidak ada nyeri), 1-4 (nyeri ringan), 5-6 (nyeri sedang), 7-10 (nyeri berat).
  • Modified Wong-Baker Faces Scale : Instrumen pengkajian nyeri ini biasanya digunakan pada pasien anak-anak kurang dari 12 tahun. Pengkajian nyeri dipusatkan pada ekspresi wajah yang terdiri dari enam animasi wajah, dari ekspresi tersenyum, kurang bahagia, sedih, dan wajah penuh air mata (rasa sakit yang paling buruk).
  • FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, and Consolability) Scale: Pengkajian nyeri untuk anak umur dibawah 4 tahun, yang terdiri dari item wajah, kaki, aktivitas, tangisan, dan kenyamanan. Instrumen ini dapat digunakan pada orang dewasa yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Hasil FLACC dapat ditentukan dengan skor 0 (nyaman), 1-3 (ringan), 4-6 (sedang) dan 7-10 (berat).
  • Critical-Care Pain Observasion Tool (CPOT) merupakan instrumen pengkajian nyeri yang terdiri dari 4 item penilaian yakni ekspresi wajah, pergerakan badan, tegangan otot dan keteraturan dengan ventilator (pasien terintubasi) dan tidak terintubasi. Total skor CPOT adalah 8 (semakin tinggi skor yang didapat mengindikasikan tingkat nyeri yang dialami pasien).