Program Studi Sarjana Keperawatan Jurusan Keperawatan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo menggelar Yudisium dan Pengucapan Janji Sarjana Keperawatan, Senin (01/03/2021).

Acara dilaksanakan secara langsung di Hotel New Rachmat Gorontalo, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sebanyak 50 sarjanawan Keperawatan mendapat gelar sarjananya dan mengucap janji lulusan. Nama-nama sarjanawan dibacakan oleh Ketua Program Studi dari nilai IPK tertinggi, sebagai motivasi kepada mahasiswa untuk semangat dalam menimbah ilmu.

Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Prof. DR. Herlina Jusuf, M.KES, mengawali sambutannya dengan mengucapkan rasa syukurnya karena ditengah Pandemi Covid-19 ini, Program Studi Sarjana Keperawatan masih bisa melakukan Yudisium dan Pengucapan Janji Sarjana.

Ia juga mengimbau agar ilmu yang didapatkan saat mulai masuk perkuliahan sampai dengan penyelesaian tugas akhir dapat menjadi amal, dan berguna dalam pengembangan profesi keperawatan kedepan.

Ketua Jurusan Keperawatan, Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep.,Sp.Kep.J. mengatakan, 50 alumni baru yang diambil janjinya akan melanjutkan pendidikan profesi yang dimulai pada tanggal 2 Maret 2021.

“Dalam melaksanakan kegiatan profesi, meskipun masih dalam situasi pandemi, nantinya pihak program studi akan tetap berusaha learning outcome dalam program pendidikan profesi tetap tercapai dengan baik. Diimbau agar setiap mahasiswa tetap aktif dan mengikuti tahapan yang telah dirancang, dengan terus belajar dan saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan kegiatan profesi dimulai dari Kepanitraan Umum (PANUM), yang kemudian mahasiswa diturunkan untuk praktik stase Keperawatan Dasar, yang sebelumnya seluruh mahasiswa dilakukan Rapid Test, untuk memastikan kondisi mahasiswa baik untuk turun praktik dan mencegah penularan.

Yuniar Mansye Soeli berharap agar hal ini dapat dipertahankan dengan tetap menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan, selalu menggunakan masker, dan tetap menjaga jarak.

 

PENDOKUMENTASIAN DAN PELAPORAN KEPERAWATAN DI ICU

28 February 2021 11:27:46 Dibaca : 106

1. Pengkajian Sebelum Pasien Datang (Pre Arrival)

Sebelum pasien akan dikirim, dilakukan pengkajian meliputi identitas pasien, diagnosa, tanda vital, alat bantu intensiv, modus mekanik yang sedang dipakai bila pasien menggunakan ventilator

2. Pengkajian ICU

  1. Pengkajian Segera (Quick Assessment): Pengkajian segera setelah pasien tiba di ICu meliputi ABCDE yaitu, Airway, Breathing, Circulation, Drugs (Obat-obatan yang saat ini dipakai termasuk apakah ada alergi terhadap obat atau makanan tertentu) dan Equipment (Adakah alat yang terpasang pada pasien)
  2. Pengkajian Lengkap (Comprehensive Assessment): Pengkajian riwayat kesehatan lalu, riwayat sosial, riwayat psikososial dan spiritual serta pengkajian fisik dari setiap sistem tubuh (Sistem neurologi, respirasi, kardiovaskular, renal, gastrointestinal, endokrin, hematologi, immunologi dan integumen)
  3. Pengkajian Berkelanjutan (On Going Assessment): Kontinuitas monitoring kondisi pasien setiap 1-2 jam pada saat kritis, selanjutnya sesuai kondisi pasien. Hal-hal yang dikaji meliputi tanda-tanda vital, hemodinamik, alat-alat yang terpakai oleh pasien saat masuk ICU

3. Diagnosa Keperawatan

Proses pemecahan masalah mencakup : identifikasi masalah gangguan kesehatan, menentukan penyebab masalah dan menentukan tanda dan gejala dari masalah dengan metode PES (Problem, Etiologi, Sign/ Symptom)

4. Perencanaan

Perencanaan harus mencakup :

  1. Perumusan tujuan : Berfokus pada pasien, jelas dan singkat, dapat diukur, realistis, ada target waktu
  2. Rencana tindakan : Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan, mengarah pada tujuan, disusun berurutan dan ada rasionalnya serta dapat mengkombinasikan pedoman dan intervensi dari hasil-hasil penelitian
  3. Kriteria Hasil : Menggunakan kata kerja yang tepat, dapat dimodifikasi dan spesifik

5. Implementasi Keperawatan

Kegiatan yang dilakukan yakni, melanjutkan pengumpulan data dan pengkajian, melaksanakan intervensi keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan, memberikan laporan keperawatan secara verbal dan mempertahankan rencana asuhan

6. Evaluasi

Tahapan dalam evaluasi, yakni mengidentifikasi kriteria hasil sesuai dengan keberhasilan, mengumpulkan data, evaluasi pencapaian tujuan dan modifikasi atau mempertahankan rencana keperawatan.

Format Laporan Pendokumentasian Askep Kritis dapat diunduh pada link berikut : 

Format Laporan Pendokumentasian Askep Kritis

REGISTRASI

Berikut adalah Langkah-langkah untuk melakukan registrasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

  1. Pada halaman utama website Merdeka Belajar - Kampus Merdeka klik tombol “Login”
  2. Selanjutnya akan muncul halaman Login seperti berikut, Klik “Belum Punya Akun? Register” untuk melanjutkan ke halaman Registrasi
  3. Isikan data dengan lengkap:
    • Nama Lengkap Dosen
    • Tanggal Lahir Dosen
    • Email Dosen
    • Re-email Dosen
    • Memilih Register SebagaI “Dosen Pembimbing”
    • Klik ”Daftar” untuk melakukan proses pendaftaran

4. Pastikan Email yang digunakan untuk mendaftar "AKTIF" dan dapat menerima email dengan baik dan Pastikan Email dan tanggal lahir yang digunakan terdaftar didalam Database PDDIKTI, untuk memastikan silahkan hubungi Admin PDDIKTI di masing-masing Perguruan Tinggi

5. Setelah melakukan pendaftaran akun, silahkan cek pada email yang sudah didaftarkan

6. Klik tombol “AKTIFKAN AKUN” yang dilingkari merah pada gambar diatas, selanjutnya akan muncul halaman Login dengan keterangan ”Perhatian, Akun anda sudah aktif”

VAKSINASI COVID BAGI AWAK MEDIA

25 February 2021 12:33:00 Dibaca : 16

Kamis, 25 Februari tahun 2021, pelaksanaan vaksinasi pertama digelar untuk para awak media yang dilaksanakan di Hall Basket Senayan. Direncanakan kegiatan vaksinasi akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan dengan tahapan yang sama mulai dari pemeriksanaan kondisi kesehatan para awak media, dan selanjutnya diberikan vaksinasi. Peserta awal media yang akan diberikan vaksinasi berjumlah 5.500 orang. Presiden Jokowi berharap vaksinasi ini dapat melindungi awak media saat bertugas di lapangan. Hal ini mengingat awak media banyak berinteraksi meskipun di tengah pandemi.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 

Sumber : SINDOnews

Sebelum dilakukan penyuntikan, guru dan tenaga pendidik dilakukan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan diajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan, hal ini dilakukan untuk memastikan peserta apakah sehat untuk dilakukan  penyuntikan vaksin covid-19. Bagi peserta yang belum lolos dalam skrining kesehatan, peserta akan diminta menunggu selama 30 menit untuk melakukan skrining kesehatan kembali. Jika, peserta tersebut telah dipastikan sehat, maka akan dilakukan penyuntikan vaksin covid-19. Vaksin yang diberikan kepada guru dan tenaga pendidik ini sudah dipastikan aman dan berkualitas. 

Meskipun telah dilakukan penyuntikan vaksin covid-19, diharapkan seluruh masyarakat di Indonesia, tetap menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penularan covid-19.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia