1. Periksa nafasnya dengan memiringkan kepalanya ke belakang dan amati atau rasakan apakah mereka bernafas. Ketika seseorang tidak sadarkan diri, otot-ototnya lentur dan lidahnya bisa menutupi saluran nafas sehingga dia menjadi sulit bernafas. Memiringkan kepalanya ke belakang dapat membuka saluran udara dan menarik lidah keluar. Mengamati dadanya, dapat melihat apakah bergerak atau tidak, dan merasakan nafasnya di pipi anda, hal ini untuk mengidentifikasi apakah korban masih bernafas atau tidak
  2. Miringkan tubuhnya ke satu sisi dan miringkan kepalanya ke belakang. Posisi dengan kepala miring ke belakang akan membantu aliran udara dan pastikan bahwa lidahnya ke depan dan darah atau muntahan keluar
  3. Hubungi dan atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

 

Mengapa saya harus memiringkan kepalanya ke belakang untuk memeriksa nafasnya?

Ketika seseorang tidak sadarkan diri, lidahnya dapat menutupi saluran nafas. Memiringkan kepalanya kebelakang akan membuka saluran pernafasan, sehingga korban lebih mudah untuk bernafas. Jika seseorang mengalami cedera punggung atau leher, upayakan leher korban tetap dalam posisi lurus tidak bergerak

Apakah saya harus mencoba berbicara dengan penderita?

Ya, bicaralah dengannya dan tenangkan dia. Walaupun mungkin dia tidak menjawab anda, penderita mungkin saja masih bisa mendengar apa yang sedang terjadi.

 

PERTOLONGAN PERTAMA PADA SERANGAN JANTUNG

14 February 2021 22:21:42 Dibaca : 13
  1. Orang yang mengalami serangan jantung pada umumnya mengalami rasa sakit di dada sebelah kiri, atau tidak rasa tidak nyaman di lengan, leher, rahang, punggung dan ulu hati. Rasa sakit tersebut disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otot jantung, dan rasa sakit tersebut berkurang dengan istirahat. Bila anda sering mengalami gejala seperti diatas, segeralah untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
  2. Hubungi dan atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Penderita tersebut harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya, karena serangan jantung bisa berbahaya dan perlu pertolongan segera.
  3. Pastikan bahwa penderita pada posisi yang nyaman (Posisi duduk di lantai, bersandar membelakangi dinding atau kursi). Tindakan ini akan meringankan tekanan pada jantung. Memposisikan penderita duduk dilantai juga akan mencegah cedera jika penderita pingsan.
  4. Terus tenangkan penderita selama menunggu pertolongan datang.

Apa itu serangan jantung?

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tiba-tiba terhambat. Hambatan ini mengakibatkan jantung tidak dapat bekerja secara efektif, sehingga serangan jantung bisa berakibat fatal. Beratnya serangan jantung tergantung pada luas otot jantung yang terdampak.

Bagaimana bisa saya mengetahui bahwa seseorang mengalami serangan jantung?

Gejala-gejala serangan jantung dapat beragam, termasuk :

  • Rasa sakit sebelah dada kiri terus menerus, yang menyebar ke bagian lengan, leher, rahang, punggung atau perut. Dalam beberapa kasus, rasa sakit itu bisa saja di salah satu lokasi yang disebutkan tadi
  • Tidak bernafas
  • Berkeringat dingin

Apa yang harus saya lakukan jika penderita tidak sadarkan diri atau berhenti bernafas?

Cari tahu bagaimana menolong orang yang tidak sadarkan diri dan tidak bernafas dengan membuka tautan di bawah ini :

PERTOLONGAN PERTAMA PADA SESEORANG YANG TIDAK SADARKAN DIRI DAN BERNAFAS

ROADMAP PENELITIAN BIDANG KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

13 February 2021 19:16:34 Dibaca : 28

Penelitian bidang keilmuan keperawatan gawat darurat, terbagi dalam tiga bidang garap, yaitu keperawatan gawat darurat, keperawatan kritis, dan keperawatan bencana. Berikut adalah penjelasan dalam bentuk roadmap untuk masing-masing bidang garap :

1. Keperawatan Gawat Darurat

Bidang garap penelitian pada keperawatan gawat darurat dapat diarahkan kepada kondisi kegawatan pre hospital dan intra hospital. Area pre hospital, penelitian dapat diarahkan kepada proses triage saat terjadi kondisi gawat darurat, respon time perawat pada saat melakukan tindakan pasien dengan kondisi gawat darurat, dan juga pelayanan ambulan (ambulance service) termasuk di dalamnya adalah stabilisasi dan transportasi pada pasien gawat darurat yang disebabkan karena trauma maupun non trauma. Bidang garap juga dapat diarahkan pada kondisi intra hospital yang meliputi beberapa aspek diantaranya aspek fisik, psikososial, codeblue, dan juga ethical consideration pada kondisi kegawatdaruratan. Berbagai topik penelitian pada aspek fisik dapat diarahkan pada kondisi kegawatan jalan nafas (airway), misalnya pada pasien dengan sumbatan jalan nafas dan juga tindakan yang berkaitan dengan pembebasan jalan nafas, pada kondisi kegawatan pernapasan (breathing), arah penelitian dapat difokuskan pada pengkajian dan intervensi pada pasien dengan tension pneumothorax atau pada pasien dengan gangguan oksigenasi. Aspek fisik juga dapat meliputi kondisi kegawatan pada sirkulasi (circulation) dimana penelitian dapat diarahkan pada pasien dengan syok hipovolemik, juga dapat diarahkan pada disabilitas pasien (disability) yang terkait dengan pasien yang mengalami penurunan kesadaran dan PTIK serta kondisi pasien terkait lingkungan (environment) yang dapat menyebabkan kondisi gawat darurat seperti hipotermia

2. Keperawatan Kritis

Keperawatan kritis lebih berkaitan pada perawatan pasien dalam fase intensif. Penelitan pada area ini dapat difokuskan pada aspek fisik, psikososiospiritual, dan juga ethical consideration dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi kritis. Pada aspek fisik, topik penelitian dapat diarahkan pada masalah dan intervensi yang dapat dilakukan terkait kondisi fisiologis pasien, seperti masalah pada sistem pernafasan: Fisioterapi nafas & suction, VAP, dan setting ventilator, pada sistem kardiovaskuler : masalah hemodinamik, perubahan vaskular, DVT, pada sistem persarafan: tingkat kesadaran, agitasi, disorientasi, sistem perkemihan: CAUTI (catheter assosiated urinary tract infection) , incontinensia, pada sistem pencernaan: masalah nutrisi, pola BAB, pada sistem muskuloskeletal: dekubitus, disuse sindrom (kontraktur, atropi). Pada aspek psikososiospiritual, topik penelitian dapat diarahkan pada kondisi yang biasa terjadi pada pasien dan keluarga seperti distress, lonelyness, resiliensi keluarga, kebutuhan informasi, dan keputusasaan serta intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Keperawatan Bencana

Fokus penelitian pada keperawatan bencana dibagi menjadi tiga area, yaitu pada fase pra bencana, fase terjadi bencana (impact), dan pasca bencana. Pada fase pra bencana, topik penelitian lebih dikaitkan dengan upaya pencegahan dan persiapan jika terjadi bencana dalam upaya mitigasi dan preparedness. Penelitian pada area ini dapat dilakukan pada petugas kesehatan, dan juga masyarakat (awam terlatih maupun tidak terlatih). Topik-topik penelitian yang dapa dieksplorasi adalah terkait edukasi, sistem peringatan dini bencana, drilling, dan berbagai hal terkait infrastruktur untuk mencegah terjadinya bencana. Pada fase akut atau impact, topik penelitian dapat dikaitkan dengan kondisi saat terjadi bencana, seperti bagaimana melakukan triage saat terjadi bencana, bagaimana melakukan upaya penyelamatan pada saat terjadi bencana, serta penanganan korban saat terjadi bencana yang dapat meliputi evakuasi dan transportasi. Pada fase pasca bencana, penelitian dapat difokuskan pada rekonstruksi dan rehabilitasi. Topik penelitian dapat dikaitkan dengan kondisi psikologis pasca terjadinya bencana seperti trauma, depresi, dan bagaimana perawat mengatasi masalah tersebut. Selain itu, topik penelitian juga dapat dikaitkan dengan upaya pencegahan terjadinya bencana lanjutan (second disaster).

CARA MENCARI JURNAL UNTUK SKRIPSI DAN TESIS

12 February 2021 17:22:12 Dibaca : 37

Cara mencari jurnal untuk bahan penulisan skripsi dan tesis, dapat diperoleh melalui beberapa situs berikut yang merupakan database jurnal dapa diakses dengan bebas (Open access) dan dapat didownload versi PDF melalui link yang ada.

1. Google Cendekia

Google Scholar diluncurkan pada tahun 2004, dan indeks Google Scholar mencakup jurnal online yang didedikasikan untuk publikasi ilmiah di Indonesia dan dunia. Untuk mencari jurnal, makalah, skripsi dan karya ilmiah di Google Scholar, apa yang kita butuhkan untuk menulis bahan referensi sangatlah mudah. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Cari alamat resmi Google Cendikia https://scholar.google.co.id/
  • Ketik kata kunci yang kamu inginkan sesuai variabel penelitian, lalu klik search atau enter
  • Silahkan anda pilih jika sudah menemukan apa yang anda cari. Anda dapat mengklik langsung pada bagian kanan untuk file PDFnya. Anda juga dapat mencari berdasarkan waktu dan rentang tertentu

2. DOAJ (Directory of Open Access Journals)

DOAJ (Directory of Open Access Journals) adalah situs penyedia layanan artikel ilmiah. Di situs ini terdapat berbagai jenis artikel ilmiah yang layak dipercaya, karena sudah memenuhi standar penulisan jurnal bertaraf International. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • Buka situs DOAJ dihttps://doaj.org/
  • Ketik kata kunci yang kamu inginkan sesuai variabel penelitian, bisa menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris untuk menemukan jurnal International lalu klik search atau enter
  • Pilih jurnal yang akan anda gunakan
  • Pilih full text untuk mendownload jurnal yang anda pilih, tapi sebelumnya jangan lupa install idm anda terlebih dahulu.

3. Emerald Insight

Emerald Insight merupakan data base jurnal Internasional Bereputasi yang bisa digunakan untuk mendukung tugas akhir perkuliahan maupun sebuah penelitian, khususnya tesis maupun disertasi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buka situs https://www.emerald.com/insight/
  • Masukan kata kunci sesuai variabel penelitian anda pada kolom advanced search sesuai dengan kebutuhan. Kata kunci yang digunakan adalah menggunakan Bahasa Inggris, bukan Bahasa Indonesia.
  • Kliklah pada salah satu judul penelitian yang sesuai dengan judul penelitian anda. Untuk memudahkan dalam memahami inti dari judul penelitian yang akan anda pilih, sebelumnya anda dapat menerjemahkan halaman web dengan cara klik kanan lalu klik translate to Indonesia
  • Setelah membuka salah satu judul penelitian, Anda bisa membacanya terlebih dahulu baru kemudian mengunduhnya. Kemudian untuk mengunduh dokumen tersebut, Anda dapat menyalin nomor DOI pada jurnal tersebut
  • Selanjutnya bukalah https://sci-hub.se/, salinlah nomor DOI tersebut pada kolom search sci hub 
  • Klik save untuk mulai mengunduh

PENILAIAN TRAUMA BERDASARKAN FUNGSI FISIOLOGIS

12 February 2021 06:53:53 Dibaca : 11

Trauma adalah penyebab ketiga Kematian dan kecacatan di seluruh dunia, terutama pada negara berkembang. Pemantauan berulang dan sistematis dapat digunakan sebagai identifikasi awal perbaikan atau penurunan kualitas. Beberapa sistem penilaian dirancang untuk memperkirakan probabilitas kelangsungan hidup. Penilaian ini membantu tenaga kesehatan menentukan tingkat keparahan pasien trauma.

Ada tiga jenis sistem penilaian trauma. Jenis pertama didasarkan pada anatomi; itu tergantung pada deskripsi cedera. Yang kedua didasarkan pada fisiologi. Amati dan ukur tanda-tanda vital untuk mengetahui derajat penurunan fisiologis akibat cedera. Kategori ketiga adalah kombinasi dari sistem penilaian anatomis dan fisiologis. Adapun penilaian trauma berdasarkan fungsi fisiologis terhadap kelangsungan hidup pasien dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Ukuran Skor Numerik Kemungkinan Selamat
Total Skor Persentase Pasien Selamat

Tekanan darah sistolik (mmHg)

>89

76-89

50-75

1-49

0

 

4

3

2

1

0

 

12

 

11

 

10

 

99,5%

 

96,9%

 

87,9%

 Laju pernafasan (Inspirasi spontan/menit)

10-29

>29

6-9

1-5

0

 

4

3

2

1

0

 9

8

 

7

6

 76,6%

66,7%

 

63,6%

63%

Pasien mulai bernafas sendiri, tidak menggunakan ventilasi mekanik

Skor skala koma Glasgow

13-15

9-12

6-8

4-5

3

 

 

 

4

3

2

1

0

5

 

3 atau 4

2

 

1

 

0

45,5%

 

33,3%

28,6%

 

25%

 

3,7%

Sumber :

Buku Ajar Keperawatan Gawat Darurat pada Kasus Trauma