LABEL : pentingnyanilaiakademik

Dalam dunia pendidikan tinggi, nilai akademik sering dijadikan tolok ukur utama keberhasilan mahasiswa. IPK tinggi dianggap sebagai simbol kecerdasan, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan individu tidak selalu berjalan lurus dengan angka di transkrip nilai. Banyak lulusan dengan prestasi akademik tinggi justru menghadapi kesulitan dalam beradaptasi, berkomunikasi, atau bekerja dalam tim di lingkungan profesional (Ngo, 2024; Mwita et al., 2024). Di titik inilah peran soft skills menjadi semakin relevan dan tak terpisahkan dari pembahasan tentang kesuksesan.

Tulisan ini mengajak kita melihat secara lebih utuh bagaimana nilai akademik dan soft skills saling berkontribusi terhadap keberhasilan individu, baik dalam konteks studi maupun kehidupan profesional.

1. Nilai Akademik : Fondasi Kognitif yang Tetap Penting

Nilai akademik merepresentasikan penguasaan pengetahuan, kemampuan berpikir logis, serta ketekunan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran formal. Dalam konteks tertentu, seperti seleksi beasiswa, studi lanjut, dan profesi akademik, capaian akademik masih menjadi indikator penting dan sering digunakan sebagai syarat administratif utama (Keng, 2023). Nilai juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep, menganalisis masalah, serta menyelesaikan tugas secara sistematis.

Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa nilai akademik lebih dominan mengukur aspek kognitif dan belum sepenuhnya merepresentasikan kemampuan non-teknis mahasiswa. Casali dan Meneghetti (2023) menemukan bahwa prestasi akademik tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan sosial, regulasi emosi, dan ketahanan psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, nilai akademik sebaiknya dipahami sebagai fondasi intelektual, bukan satu-satunya penentu keberhasilan jangka panjang.

2. Soft Skills : Kompetensi Tak Tertulis yang Menentukan Daya Tahan

Soft skills mencakup kemampuan komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, berpikir kritis, kreativitas, serta pengendalian emosi. Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa soft skills memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja dan keberhasilan karier lulusan perguruan tinggi (Mwita et al., 2024). Bahkan, dalam banyak kasus, soft skills menjadi faktor pembeda utama antara lulusan yang cepat beradaptasi dan mereka yang mengalami stagnasi karier.

Dalam kehidupan mahasiswa, soft skills terbentuk melalui proses yang sering kali tidak formal, seperti diskusi kelas, organisasi kemahasiswaan, kerja kelompok, dan cara menghadapi kegagalan akademik. Ngo (2024) menegaskan bahwa mahasiswa dengan soft skills yang baik cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dan kesiapan transisi yang lebih baik dari dunia kampus ke dunia kerja. Sayangnya, karena tidak selalu tercatat dalam sistem penilaian formal, soft skills kerap dipandang sebelah mata, padahal justru menjadi modal utama di dunia nyata.

3. Kesuksesan sebagai Proses, Bukan Sekadar Hasil

Kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kebiasaan, konsistensi, dan kemampuan mengelola diri. Dalam konteks ini, pemikiran James Clear dalam buku Atomic Habits menjadi relevan. Clear (2018) menekankan bahwa perubahan besar dalam hidup dan karier seseorang berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Bagi mahasiswa, kebiasaan sederhana seperti membaca secara rutin, mengelola waktu belajar, berani menyampaikan pendapat, dan belajar mendengarkan orang lain merupakan bentuk investasi soft skills jangka panjang. Penelitian Keng (2023) menunjukkan bahwa kebiasaan belajar yang konsisten dan kemampuan non-kognitif berkontribusi terhadap peningkatan hasil akademik sekaligus kesiapan profesional. Dengan demikian, kesuksesan akademik dan pengembangan soft skills sejatinya berjalan beriringan melalui proses kebiasaan yang berkelanjutan.

4. Peran Dosen : Menjembatani Akademik dan Kemanusiaan

Dosen tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembentukan karakter dan kompetensi holistik mahasiswa. Model pembelajaran yang memberi ruang diskusi, refleksi, kerja kolaboratif, dan pemecahan masalah kontekstual terbukti efektif dalam mengembangkan soft skills tanpa mengorbankan kedalaman akademik (Casali & Meneghetti, 2023).

Pendekatan pembelajaran yang humanis, yang menghargai proses, kesalahan, dan perbedaan cara berpikir, akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial dan emosional. Di sinilah peran dosen menjadi strategis dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan pengembangan kemanusiaan mahasiswa.

5. Menuju Pendidikan Tinggi yang Lebih Seimbang

Alih-alih mempertentangkan nilai akademik dan soft skills, pendidikan tinggi perlu memposisikan keduanya sebagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Nilai akademik memberikan legitimasi intelektual dan disiplin berpikir, sementara soft skills memastikan keberlanjutan dan relevansi individu dalam kehidupan profesional dan sosial (Mwita et al., 2024).

Kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang diraih, tetapi tentang seberapa mampu seseorang bertumbuh, beradaptasi, dan memberi makna dalam peran yang dijalani. Di titik inilah pendidikan menemukan tujuan paling manusiawinya: membentuk insan pembelajar sepanjang hayat.

Daftar Pustaka :

  • Casali, N., & Meneghetti, C. (2023). Soft skills and study-related factors: Direct and indirect associations with academic achievement and general distress in university students. Education Sciences, 13(6), 612. https://doi.org/10.3390/educsci13060612
  • Clear, J. (2018). Atomic habits: An easy & proven way to build good habits & break bad ones. New York: Avery.
  • Keng, S. H. (2023). The effect of soft skills on academic outcomes. The B.E. Journal of Economic Analysis & Policy, 24(1). https://doi.org/10.1515/bejeap-2022-0342
  • Mwita, K., Mwilongo, N., & Mwamboma, I. (2024). The role of soft skills, technical skills and academic performance on graduate employability. International Journal of Research in Business and Social Science, 13(5), 767–776. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v13i5.3457
  • Ngo, T. T. A. (2024). The importance of soft skills for academic performance and career development from the perspective of university students. International Journal of Engineering Pedagogy, 14(3), 53–68. https://doi.org/10.3991/ijep.v14i3.45425