Rancang Bangun Kawasan Pertanian Organik Terintegrasi Ultra Low Cost di Kota Gorontalo
RINGKASAN EKSEKUTIF
Nurdin, Echan Adam, Rival Rahman, Silviana Arsyad
Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
Kota Gorontalo, 2024
Provinsi Gorontalo merupakan salah satu sentra produksi pertanian yang secara konsisten membangun sektor pertanian, sehingga tampak nyata pada kontribusi sektor ini dalam pembentukan ekonomi wilayah (PDRB). meskipun tren peningkatan produksi dan produktivitas pertanian yang cenderung naik, tetapi seiring dengan pencapaian tersebut muncul permasalahan lain terutama karena banyaknya limbah pertanian yang dihasilkan dan belum tertangani secara optimal, terutama limbah pertanian di Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola limbah pertanian dan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair yang bernilai ekonomi dan agronomis berbasis kawasan., memitigasi potensi pencemaran lingkungan akibat residu limbah pertanian dan limbah rumah tangga berbasis kawasan., dan merancang Kawasan Pertanian Organik Terintegrasi Ultra Low Cost. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi untuk kondisi pertanian dan potensi limbah pertanian di Kota Gorontalo. Selanjutnya untuk analisis keragaan pertumbuhan dan hasil tanaman caisin dan bayam menggunakan metode eksperintal desain mengikuti pola rancangan acak lengkap (RAL). Apabila F hitung > F tabel maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf uji 5%. Analisis selanjutnya menggunakan efektivitas agronomis relatif (RAE) dan efektivitas ekonomi pupuk (EFE). Penentuan kawasan dan klaster pengembangan pertanian organik berdasarkan kriteria yang dianalisis secara komposit. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa potensi limbah pertanian sebagai bahan baku pupuk organik cukup banyak yang ditunjang oleh luas lahan pertanian, populasi ternak dan usaha pertanian baik skala perorangan maupun rumah tangga di Kota Gorontalo. Selanjutnya, pemberian pupuk organik secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil baik pada tanaman caisin maupun tanaman bayam. Pada tanaman caisin, taraf pemupukan terbaik sebanyak 5 ton/ha, sementara pada tanaman bayam taraf pemupukan terbaik sebanyak 10 ton/ha. Efektivitas agronomis relatif (RAE) terbaik untuk tanaman caisin terdapat pada taraf pupuk organik sebanyak 5 ton/ha, demikian halnya dengan efektivitas ekonomi pupuk (EFE). Sementara efektivitas agronomis relatif (RAE) terbaik untuk tanaman bayam terdapat pada taraf pupuk organik sebanyak 10 ton/ha, demikian halnya dengan efektivitas ekonomi pupuk (EFE). Sedangkan klaster I pengembangan pertanian organik di Kota Gorontalo melingkupi Kecamatan Kota Utara, Kota Tengah dan Kecamatan Sipatana. Sementara Klaster II mencakup Kecamatan Kota Timur, Hulonthalangi dan Kecamatan Dumbo Raya. Sedangkan Klaster III mencakup Kecamatan Kota Barat, Dungingi dan Kecamatan Kota Selatan. Saran: (a) sebagai masukan bagi pemerintah daerah terutama Bapppeda Provinsi Gorontalo agar kiranya limbah pertanian yang begitu melimpah dapat dikelola dan dimanfaat sesegera mungkin., (b) pupuk organik yang telah dibuat dan diaplikasikan ke tanaman caisin dan bayam pada skala rumah kaca selanjutnya harus diuji cobakan pada lahan pertanian di lapangan, (c) nilai RAE untuk tanaman caisin dan bayam dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan produksi melalui pengkayaan hara pupuk organik, sementara nilai EFE dapat ditingkatkan lagi melalui peningkatan harga komoditas caisin dan penurunan biaya produksi pupuk organik, (d) klaster pengembangan pertanian organik terintegrasi di Kota Gorontalo ini perlu dituangkan dalam roadmap dan action plan, sehingga program dan kegiatan di dalamnya dapat segera dilaksanakan secara optimal
Kategori
- Abstract 2006
- Abstract 2009
- Abstract 2011
- Abstract 2012
- Abstract 2013
- Abstract 2014
- Abstract 2016
- Abstract 2018
- Abstract 2019
- Abstract 2020
- Abstract 2021
- Abstract 2022
- Abstract 2023
- Abstract 2024
- Abstract 2025
- Abstract 2026
- Buku
- Kiprah Tugas Pembantuan ASN-Dosen
- Kunjungan Luar Negeri
- Mata Kuliah
- Pengukuhan Guru Besar, Prof. Dr. Nurdin, SP, MSi
- Project 2009
- Project 2010
- Project 2013
- Project 2018
- Project 2019
- Project 2020
- Project 2021
- Project 2022
- Project 2023
- Project 2024
- Project 2025
- Publikasi Ilmiahku
- Soil Scientist from Gorontalo
Arsip
Blogroll
- a-SintaID
- b-Google Scholar
- c-Scopus ID
- d-Web of Science (WoS) ID
- e-ResearchGate
- f-Academia.edu
- g-SciProfiles
- h-Loop ID
- i-LinkedIn
- j-OrcidID
- k-figshare
- l-Youtube
- m-Twitter
- n-Facebook
- o-Universitas Negeri Gorontalo
- p-BIMA-Kemendikbud RI
- q-FAPERTA UNG
- r-LP2M UNG
- s- LP3M UNG
- t-SIMPPM UNG
- u-SIMLIT UNG
- v-Rispro LPDP
- w-BRIIN
- x-PDDIKTI
- y-GRS BPDPKS
- z-kampusmerdeka
- z1-ANJANI
- z10-MyASN
- z10-SIAT UNG
- z11-Aplikasi SIAGA
- z12-SPADA Indonesia
- z13-SISTER
- z14-tesaurus.kemdikbud
- z15-UKBI
- z16-typoonline
- z17-Turnitin
- z18-Zetero
- z2-eHAKI
- z20-Himpunan Ilmu Tanah Indonesia(HITI)
- z21-BKN
- z21-Kementan RI
- z22-BPS Provinsi Gorontalo
- z23-BPS Kabupaten Boalemo
- z24-BPS Kabupaten Bone Bolango
- z25-BPS Kabupaten Gorontalo
- z26-BPS Kabupaten Gorontalo Utara
- z27-BPS Kabupaten Pohuwato
- z3-Arjuna
- z4-DIKTI
- z5-GARUDA Dikti
- z6-SIM Karier dan SDM Kemendikbud
- z7-KBBI
- z8-Kedaireka
- z9-RAMA