KATEGORI : Project 2009

RINGKASAN EKSEKUTIF

Nurdin1, Djunaedi Abdul Rachim2, Darmawan2, Suwarno2, Mahludin Baruwadi1, Rustam Yusuf1, Fauzan Zakaria1

1Universitas Negeri Gorontalo

2Institut Pertanian Bogor

Dalam satuan lahan diperoleh sebanyak 49 satuan lahan dari grup landform aluvial, marin, fluvio-marin, karst, tektonik dan struktural serta volkanik dengan bahan induk bahan endapan halus dan kasar Aluvium, Aluvio-koluvium, Andesit, Andesit-Basal, Granodiorit, dan Granit serta 2 satuan lahan dari grup aneka, yaitu tubuh air dan pemukiman. Hasil analisis kesesuaian lahan untuk tanaman pangan, perkebunan/tahunan, hortikultura dan tanaman industri menunjukkan bahwa lahan tergolong sesuai (kelas S1, S2, S3) mencakup luas  76.353,86 ha (36,74%) dan tidak sesuai (kelas N) seluas  129.403,93 ha (62,27%) dengan faktor penghambat terdiri atas ketersediaan air, ketersediaan oksigen, bahaya erosi, serta kondisi perakaran. 3. Hasil analisis kesesuaian lahan untuk tanaman buah-buahan menunjukkan bahwa lahan tergolong sesuai (kelas S1, S2, S3) mencakup luas  101.757,53  ha (48,96%) dan tidak sesuai (kelas N) seluas  104.000,25 ha (50,04%) dengan faktor penghambat terdiri atas ketersediaan air, ketersediaan oksigen, bahaya erosi, serta kondisi perakaran.

Berdasarkan hasil analisis waktu tanam, maka Padi dapat ditanam pertama mulai November sampai Februari, kedua mulai Maret sampai Juni dan ketiga ditanam mulai Juli sampai Oktober atau diganti dengan tanaman palawija, bahkan bisa diberakan. Untuk tanaman pangan, hortikultura dan buah-buahan musiman dapat ditanam mulai Januari sampai Mei (padi gogo/ladang, jagung dan sayuran). Periode tanam kedua mulai bulan Juni sampai Oktober untuk tanaman Jagung, semangka, Cabai, Kedelei, kacang tanah, dan tembakau. Sedangkan bulan sisa sebaiknya diberakan Sedangkan untuk tanaman tahunan/perkebunan dan industri sebaiknya ditanam mulai bulan November dan dipanen pada Oktober.

Gambar 1. Seminar Awal

Analisis finansial untuk usahatani padi dan palawija, kecuali kacang tanah dengan pola tanam 2 kali per tahun untuk kesesuaian lahan sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2) dan sesuai marjinal (S3) menunjukkan hasil yang menggembirakan karena nilai BC rationya relatif besar (>1. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa penerimaan hasil usahatani tebu ini relatif menguntungkan dengan nilai RC ratio >1 untuk tebu I, tebu ratoon pertama, tebu ratoon kedua dan tebu ratoon ketiga. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa kakao dan kelapa layak diusahatanikan dengan Nilai BC ratio, NPV, IRR dan gross margin (GM) di atas standar minimal kelayakan usaha Pertanian tanaman tahunan. Hasil analisis LQ tanaman pangan menunjukkan bahwa padi merupakan komoditi basis di Kecamatan Wonosari dan Paguyaman dengan nilai LQ >1. Jagung dan kacang hijau merupakan komoditi basis di Kecamatan Dulupi, Tilamuta, Paguyaman Pantai dan Botumoito. Sedangkan kacang tanah merupakan komoditi basis untuk Kecamatan Paguyaman Pantai dan Botumoito.

Gambar 2. Survei Lapangan

Hasil analisis LQ tanaman hortikultura menunjukkan bawang merah merupakan komoditi basis di Kecamatan Mananggu, Wonosari dan Paguyaman Pantai dengan nilai LQ > 1. Tomat merupakan komoditi basis di Kecamatan Dulupi, Mananggu, dan Paguyaman. Cabai merupakan komoditi basis untuk Kecamatan Tilamuta, Botumoito, Wonosari dan Paguyaman Pantai. Hasil analisis LQ tanaman buah-buahan menunjukkan bahwa Pisang merupakan komoditi basis di Kecamatan Mananggu, dan Paguyaman Pantai dengan nilai LQ >1. Mangga merupakan komoditi basis di Kecamatan Tilamuta, Wonosari dan Paguyaman. Nangka merupakan komoditi basis untuk Kecamatan Botumoito, Wonosari dan Tilamuta. Hasil analisis LQ tanaman perkebunan menunjukkan bahwa Kelapa dan Kakao merupakan komoditi basis di Kecamatan dan Paguyaman Pantai, Botumoito, Tilamuta dan Mananggu dengan nilai LQ >1. Sedangkan tebu merupakan komoditi basis di Kecamatan Wonosari, Paguyaman dan Dulupi.

Gambar 3. Observasi Lahan

Hasil analisis hirarki pengembangan wilayah untuk sektor Pertanian menunjukkan bahwa pengembangan ordo I terdapat di Kecamatan Wonosari. ordo II terdapat di Kecamatan Paguyaman, ordo III terdapat di Kecamatan Mananggu, ordo IV terdapat di Kecamatan Tilamuta, ordo V terdapat di Kecamatan Botumoito, ordo VI terdapat di Kecamatan Dulupi dan ordo VII terdapat di Kecamatan Paguyaman Pantai. Dan Kecamatan Paguyaman Pantai termasuk ordo VII. Hasil analisis pewilayahan komoditi menunjukkan bahwa di Kabupaten Boalemo terdapat 4 zona agroekologi, yaitu : zona IV (IV/Wrfhe, IV/Dfhe, IV/Wj), zona III (III/Dfhe), zona II (II/Def, II/De) dan zona I (I/De, I/Dj).

Gambar 4. Seminar Akhir

Berdasarkan hasil uji persepsi petani terhadap penerapan teknologi menunjukkan bahwa teknologi yang diketahui oleh relatif lebih banyak orang adalah pengolahan lahan, panen dan pascapanen. Di samping itu, tampak bahwa sebagian responden mengungkapkan cukup puas dengan teknologi yang ada dan sumber informasi teknologi dominan dari kegiatan kontak tani. Tingkat penerapan teknologi juga dominan pada persentase 75100%. Inisiatif sendiri merupakan motif terbesar yang mendorong penerapan teknologi tersebut. Disamping itu, kendala yang dihadapi dalam penerapan teknologi dominan karena harga yang tidak terjangkau. Ketika mendapat kendala maka PPL merupakan pilihan terbesar. Keanggotaan dalam kelompok tani juga besar dengan peran yang cukup besar pula.

Kata Kunci: Komoditi Unggulan, Karakteristik, Potensi, Sumberdaya, Kesesuaian Lahan, Keunggulan Wilayah, Pertanian

Funding: Funding: APBD Kabupaten Boalemo, DPA Bapppeda Kabupaten Boalemo T.A 2009