Burnout Akademik di Kalangan Mahasiswa
Burnout Akademikdi Kalangan Mahasiswa
Oleh: Maryam Rahim
Burnout merupakan kondisi di mana individu merasakan kelelahan fisik maupun emosional. Burnout dapat dirasakan oleh semua orang yang melakukan berbagai aktivitas. Khusus di kalangan siswa atau mahasiswa terjadi kelelahan fisik dan emosional pada saat mereka melakukan dan menyelesaikan berbagai kegiatan belajar atau kegiatan akademik lainnya, kondisi ini disebut burnout akademik.
Mahasiswa merupakan peserta didik pada tingkat perguruan tinggi, yang memiliki tugas-tugas akademik dengan intensitas yang lebih tinggi dari pada peserta didik pada tingkatan sekolah. Mahasiswa dituntut harus berpikir kritis, mandiri, mampu berkomunikasi secara efektif, kreatif, peduli, percaya diri, menyelesaikan tugas-tugas dengan persyaratan yang lebih ketat, dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kondisi seperti ini sering dapat menjadi salah satu pemicu bagi mahasiswa mengalami stress, kelelahan secara fisik, mental maupun emosional, yang disebut kejenuhan (burnout).
Secara harfiah arti kejenuhan (burnout) ialah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun (Syah dalam Setyawan dan Susanto, 2018). Selain itu, burnout merupakan suatu keadaan di mana individu mengalami kelelahan fisik, mental maupun emosional yang diikuti oleh perasaan sinis atau menghindar dari lingkungan, serta penilaian diri yang rendah (Gold & Roth, 1993). Orang-orang yang merasa burnout akan kekurangan energi dan penuh dengan frustasi dan ketegangan (Alvionela dan Nailul, 2016 mengutip pendapat Cordes dan Dougherty). Mahasiswa yang mengalami burnout akan melewatkan kelas atau tidak hadir di kelas, tidak mengerjakan tugas dengan baik, dan mendapat hasil ujian yang buruk hingga akhirnya berpotensi untuk dikeluarkan dari perguruan tinggi (Law dalam Arlinkasari dan Sari, 2017). Burnout akademik ini merupakan suatu masalah yang dialami oleh mahasiswa yang akan berakibat pada prestasi belajar rendah.
Terjadinya burnout akademik dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang dapat menimbulkan burnout akademik antara lain: ketidakmampuan dalam mengelola waktu yang berakibat menumpuknya tugas, ketidakmampuan bertahan dari situasi yang sulit, ketidakmampuan berpikir dalam menyelesaikan berbagai tugas yang dihadapi, dan ketidakmampuan menghadapi tekanan. Faktor eksternal antara lain: banyaknya tugas yang harus diselesaikan, keterbatasan fasilitas belajar, pengaruh media sosial, serta pengaruh lingkungan sosial, seperti teman sebaya, dukungan guru dan dukungan orang tua.
Kategori
- Masih Kosong
Arsip
- February 2026 (1)
- January 2026 (4)
- December 2025 (4)
- September 2025 (1)
- August 2025 (1)
- July 2025 (4)
- June 2025 (2)
- May 2025 (5)
- April 2025 (10)
- March 2025 (4)
- January 2025 (8)
- December 2024 (5)
- November 2024 (4)
- October 2024 (5)
- August 2024 (3)
- July 2024 (16)
- June 2024 (3)
- May 2024 (7)
- April 2024 (2)
- March 2024 (9)
Blogroll
- Masih Kosong