Pengayaan dalam Pembelajaran

22 January 2026 10:25:49 Dibaca : 11

Pengayaan dalam Pembelajaran

Oleh: Maryam Rahim

            Peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda dari segi kecepatan belajar. Ada peserta didik yang cepat memahami materi pelajaran, di sisi lain terdapat peserta didik yang lambat menahami materi. Untuk merespons perbedaan kemampuan tersebut, maka dilakukan pengayaan (enrichment) bagi peserta didik yang cepat menguasai materi pelajaran, dan remedial bagi peserta didik yang lambat. Pengayaan dalam pembelajaran memberikan kesempatan bagi siswa yang telah menguasai materi pokok untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan keterampilan lebih tinggi.

            Pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan tantangan intelektual lebih tinggi dan mendorong berpikir kritis serta kreatif, khususnya bagi peserta didik dengan kemampuan di atas rata-rata (Renzulli, 1978). Meskipun Bloom tidak merumuskan pengayaan sebagai konsep tersendiri, namun gagasan tentang kegiatan lanjutan (extension/enrichment) bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar lebih awal dalam model mastery learning dapat dijadikan landasan konseptual pengayaan (Bloom, 1976).

            Sebagaimana pembelajaran remedial, pengayaan dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dan setelah proses pembelajaran. Contoh pengayaan dalam proses pembelajaran: ketika guru memberikan tugas untuk dikerjakan secara individual yang harus diselesaikan dalam waktu 15 menit, maka ada peserta didik yang mampu menyelesaikan tugas tersebut dengan benar hanya dalam waktu 5 – 10 menit. Waktu 10 – 5 menit yang masih tersedia untuk peserta didik tersebut digunakan oleh guru untuk memberikan pengayaan, misalnya dalam bentuk memberikan tugas membaca atau mengerjakan tugas lain yang lebih menantang. Contoh pengayaan setelah proses pembelajaran yakni dengan memberikan tugas tambahan yang lebih menantang pada peserta didik yang memperoleh hasil belajar yang tinggi berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan guru pada akhir pembelajaran.

            Kondisi yang sebaliknya dilayani dengan pembelajaran remedial. Contoh remedial dalam proses pembelajaran: guru memberikan tugas untuk dikerjakan secara individual yang harus diselesaikan dalam waktu 15 menit,  namun ada peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan tugas tersebut dengan benar dalam waktu yang telah ditentukan itu. Peserta didik inilah yang perlu diberikan remedial dengan cara menambah waktu pegerjaan tugas tersebut, atau ditugaskan untuk dikerjakan di rumah. Contoh remedial setelah proses pembelajaran, antara lain dengan cara memberikan tugas mempelajari kembali materi yang belum dipahami pada peserta didik yang memperoleh hasil belajar rendah berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan guru pada akhir pembelajaran.

            Program pengayaan bermanfaat untuk:

1. Mengakomodasi perbedaan individu; pengayaan membantu memenuhi kebutuhan peserta didik yang cepat dalam belajar dibandingkan dengan rata-rata kecepatan belajar kelompoknya.

2. Mengembangkan potensi peserta didik secara optimal; pengayaan memberi peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas mereka dalam belajar secara optimal

.3. Meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi; pengayaan yang menekankan pada berpikir analitis, sintesis, evaluasi, dan pemecahan masalah yang kompleks akan memberikan kesempatan pada peserta didik memperoleh keterampilan berpikir tingkat tinggi.

4. Meningkatkan prestasi akademik; peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi dapat mencapai prestasi akademik secara maksimal tanpa dibatasi oleh kecepatan belajar peserta didik lainnya di kelas.

5. Meningkatkan motivasi belajar; pengayaan yang memberikan tantangan yang relevan dan menarik, akan meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar peserta didik.

6. Meningkatkan kepercayaan diri; peserta didik merasa dihargai dan termotivasi ketika mendapat tantangan yang sesuai dengan kemampuannya.

7. Mendukung pembelajaran seumur hidup; melalui pemberian pengayaan secara kontinu akan mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan belajar mandiri secara kontinu pada diri peserta didik.           

               Beberapa strategi yang dapat diterapkan guru dalam mengimplementasikan pengayaan, antara lain:

1. Differentiated instruction (pembelajaran berdiferensiasi), membeda-bedakan metodepembelajaran, materi, atau tugas berdasarkan kecepatan belajar peserta didik.

2. Project based learning, peserta didik belajar dan beraktivitas dalam proyek bermakna yang membutuhkan riset, kolaborasi, dan presentasi.Independent study (belajar mandiri), tugas belajar mandiri yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan peserta didik.           

          Meskipun pengayaan memiliki banyak manfaat, namun pelaksanaan di lapangan sering menghadapi tantangan, seperti:

1. Beban kerja guru bertambah akibat harus menyiapkan materi pengayaan dan mengevaluasi hasilnya.

2. Ketersediaan sumber belajar yang tidak memadai.

3. Evaluasi yang harus mampu mengukur keterampilan tingkat tinggi secara autentik.

4. Resistensi dari siswa yang kurang termotivasi menghadapi tugas lebih menantang           

Namun tantangan ini akan menjadi peluang jika guru memiliki komitmen yang tinggi dalam membelajarkan peserta didik secara optimal. Peserta didik yang cepat dan lambat dalam belajar akan memperoleh hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya.

Referensi:

Renzulli, J. S. 1978. What Makes Giftedness? Reexamining a Definition. Phi Delta Kappan.

Bloom, B. S. 1976. Human characteristics and school learning. New York: McGraw-Hill.