ARSIP BULANAN : March 2024

By: Jumadi Mori Salam Tuasikal

Sokrates, Plato, dan Aristoteles merupakan tiga tokoh filosofi Yunani kuno yang memiliki perbedaan dalam pandangan mereka, meskipun Plato adalah murid dari Sokrates dan Aristoteles adalah murid dari Plato. Berikut adalah beberapa perbedaan utama dalam pandangan mereka:

1. Metode Filosofis:

  • Sokrates: Fokus utamanya adalah pada dialog dan dialektika. Ia menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mendorong orang berpikir secara kritis dan mencari kebenaran sendiri.
  • Plato: Mengembangkan metode dialog seperti yang digunakan oleh Sokrates, tetapi kemudian menekankan penulisan sebagai cara untuk menyampaikan pemikirannya. Menurutnya, realitas dunia ini adalah pantulan atau bayangan dari dunia ide yang lebih tinggi.
  • Aristoteles: Mengutamakan observasi dan penelitian empiris. Ia menciptakan metodologi ilmiah yang membentuk dasar bagi banyak disiplin ilmu modern.

 2. Teori Pengetahuan:

  • Sokrates: Lebih fokus pada etika dan moralitas. Ia percaya bahwa pengetahuan tentang kebenaran moral dapat ditemukan melalui dialog dan refleksi pribadi.
  • Plato: Memisahkan antara dunia fisik yang berubah dan dunia ide yang abadi. Menurutnya, pengetahuan sejati hanya dapat ditemukan dalam dunia ide, bukan melalui pengamatan dunia fisik.
  • Aristoteles: Menekankan pengetahuan empiris dan memahami dunia melalui pengalaman indera. Ia menilai pengalaman dan observasi sebagai sumber pengetahuan yang utama.

 3. Pandangan tentang Realitas:

  • Sokrates: Fokus pada kenyataan moral dan etika, tidak secara eksplisit mengembangkan teori tentang realitas fisik atau dunia ide.
  • Plato: Memisahkan dunia fisik sebagai dunia bayangan dan dunia ide sebagai kenyataan sejati. Ide-ide ini adalah bentuk-bentuk abadi yang menjadi dasar dari realitas.
  • Aristoteles: Melihat dunia fisik sebagai objek penelitian yang sah. Ia tidak memisahkan dunia fisik dan dunia ide, dan memandang keduanya sebagai bagian integral dari realitas.

 4. Pemahaman tentang Keadilan:

  • Sokrates: Berfokus pada penelitian keadilan melalui dialog dan pertanyaan etika. Ia lebih menekankan pada pemahaman pribadi dan kebijaksanaan batiniah.
  • Plato: Menyajikan ide Keadilan dalam karyanya "Republik," di mana ia menggambarkan negara yang diatur oleh para filsuf raja yang memiliki pengetahuan tertinggi tentang keadilan.
  • Aristoteles: Mengembangkan konsep keadilan sebagai keseimbangan dan proporsi yang sesuai dengan hukum alam.

Meskipun terdapat perbedaan dalam pandangan mereka, kontribusi Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah memberikan dasar filosofis yang mendalam bagi pemikiran Barat dan mempengaruhi banyak bidang ilmu dan humaniora selama berabad-abad.

 

 

By: Jumadi Mori Salam Tuasikal

Salam Sukses, Mahasiswa Pemberani!

Hari ini, kalian adalah bukti hidup bahwa tekad dan semangat bisa mengubah takdir. Mendapatkan beasiswa kuliah adalah prestasi luar biasa, terutama bagi kita yang mungkin harus melalui jalan yang penuh tantangan. Saya ingin menyampaikan beberapa nasehat yang mungkin bisa menjadi pendorong bagi perjalanan kalian yang inspiratif ini.

 Bersyukur dan Bangga:

Pertama-tama, selalu bersyukurlah. Beasiswa ini adalah hasil dari kerja keras kalian, kecerdasan, dan tekad yang tak tergoyahkan. Banggalah menjadi bagian dari kelompok mahasiswa yang mendukung dan menghargai potensi sejati.

 Tetap Fokus pada Tujuan:

Tetapkan tujuan jelas dan rentangkan mimpi kalian. Beasiswa ini adalah peluang besar untuk mengubah hidup dan masa depan. Gunakan kesempatan ini untuk membangun fondasi yang kuat menuju impian kalian.

 Jangan Ragu Meminta Bantuan:

 Jika kalian menghadapi kendala atau kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan. Fakultas, staf, dan teman-teman kalian di kampus siap membantu. Ada banyak sumber daya yang dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan kalian.

 Terus Berinovasi dan Belajar:

Jangan pernah berhenti belajar. Meskipun kalian telah melewati rintangan besar untuk sampai ke kampus, dunia akademis memberikan banyak peluang untuk terus tumbuh dan berkembang. Manfaatkan setiap pelajaran, setiap tugas, dan setiap kesempatan.

 Jadilah Inspirasi untuk Orang Lain:

Kenyataan bahwa kalian miskin tidak menghalangi kalian untuk menjadi inspirasi bagi orang lain. Perjalanan kalian adalah kisah hidup yang menginspirasi dan memberi harapan kepada mereka yang mungkin merasa kehilangan arah.

 Pertahankan Semangat dan Keberanian:

Setiap perjalanan memiliki tantangan, dan kalian mungkin akan menghadapi rintangan. Pertahankan semangat dan keberanian. Ingatlah, keberanian sejati bukanlah ketiadaan ketakutan, tetapi kemampuan untuk melanjutkan meskipun takut.

Dalam setiap langkah kalian, ingatlah bahwa kalian adalah agen perubahan bagi diri kalian sendiri dan komunitas. Perjalanan kalian tidak hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang menciptakan perubahan positif di dunia. Teruslah berjuang, teruslah bermimpi, dan teruslah menjadi inspirasi.

 Semangat!